SMP Migas Senori Belum Siap UNBK

Sekolah migas senori

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban– Sekolah Menengah Pertama (SMP) Migas Senori yang beroperasi di Desa Banyuurip, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, Jawa Timur tahun 2017 masih belum siap menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Meskipun berada di wilayah distrik Kawengan, namun fasilitas komputer belum tercukupi.

“Kami belum siap menggelar UNBK karena kekurangan komputer,” ujar Kepala Sekolah SMP Migas Senori, Pramono, kepada suarabanyuurip.com, Selasa (17/1/2017).

Dari 194 siswa SMP Migas, tahun ini tidak kurang dari 80 siswa kelas tiga harus ujian. Sayangnya pihak sekolah baru memiliki 10 unit komputer.  Idealnya untuk menggelar UNBK, SMP di bawah naungan Yayasan Kesejahteraan Warga Migas Cepu harus memiliki 25 unit komputer.

“Harapannya ada bantuan dari pihak ketiga minimal 15 unit komputer,” imbuhnya.

Minimnya sentuan pendidikan dari Pertamina maupun Kerja Sama Operasional (KSO) Geo Cepu Indonesia (GCI) diakui Pramono. Padahal letak sekolah Migas tersebut tepat bersebelahan dengan kantor PT GCI.

Selama ini manajemen sekolah hanya mengandalkan biaya Bantuan Operasional Sekolah (BOS), untuk memenuhi kebutuhan belajar siswa. Untuk honor tenaga pendidik biasanya dibantu yayasan yang menaunginya.

Baca Juga :   PD Migas Disiapkan Bidik PI Sumber

Belum siapnya sekolah menjelankan UNBK ternyata bukan dialami oleh SMP Migas Senori saja. Data yang dihimpun dari Sekretaris Dinas Pendidikan Tuban, Mur Khamid, tahun 2016 lalu ada 14 sekolah yang menyatakan siap menggelar UNBK.

Realitanya hanya ada tiga sekolah yang melaksanakan UNBK, pertama SMAN 1 Tuban, SMPN 1 dan SMPN 3 Tuban. Nur Khamid memproyeksikan secara bertahap Pemda akan membantu sarana prasarana untuk setiap sekolah. Tidak menutup kemungkinan beberapa perusahaan juga turut sumbangsih. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *