Takutkan Ancaman Serangan Teroris di Blok Cepu

SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro – Penangkapan sejumlah tersangka teroris yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia mengundang kecemasan Pemerintah Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Desa penghasil migas Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, itu mengaku khawatir ancaman serangan teroris terjadi wilayahnya.

Hal itu disampaikan Kepala Desa Gayam, Winto ketika menjawab pertanyaan perwakilan peserta pelatihan “Peningkatan Akuntabilitas Tata Kelola Sumber Daya di Asia Pasifik” dari Australia tentang isu pendatang di industri migas Blok Cepu di balai desa setempat, Senin (16/1/2017) kemarin.

Kegiatan yang dikemas “Sinau Bareng” Audensi Bersama Masyarakat Penguatan Akuntabilitas Tata Kelola Sumber Daya itu dihadiri perwakilan dari 11 negara. Pelatihan ini merupakan kerja sama antara Research Centre for Politics and Government (PolGov) Departemen Politik dan Pemerintahan (DPP), FISIPOL, UGM dengan Natural Resources Governance Institute (NRGI).

Ke 11 negara itu meliputi Indonesia, Myanmar, Vietnam, Filipina, India, Timor Leste, Mexico, Mongolia, Afghanistan, dan Australia.

Winto mengungkapkan, kekhawatiran tersebut sudah lama terpendam dan baru dia sampaikan pada forum ini.

Baca Juga :   110 Pemuda Disiapkan Jadi Operator Banyuurip

“Terus terang ini baru saya sampaikan kepada camat, bapak-bapak sekalian. Siapa yang tidak tahu ini proyek negara, kebetulan operatornya adalah ExxonMobil. ExxonMobil darimana, kita tahu semua dari Amerika. Yang kami takutkan, kalau warga sini dan aparat keamanan tidak selalu waspada, ini bisa menimbulkan orang-orang yang tidak bertanggungjawab masuk lokasi terutama teroris,” kata Winto mengungkapkan.

Menurut dia, jika teroris sampai masuk lokasi dan meledakan fasilitas pemrosesan minyak mentah, tentu akan menimbulkan bencana besar yang akan menimpa masyarakat.

“Sekali ini meledak, apa jadinya warga kami, atau masyarakat sekitar lingkungan proyek ini. Terus terang ini yang kami khawatirkan,” ucap Winto.

Namun dengan pengamanan yang dilakukan aparat keamanan dari Polsek Gayam, Polres Bojonegoro, dan Pengamanan Obyek Vital Nasional (Pam Ovit) Polda Jatim, semua dapat diantisipi.

“Mereka selalu kekiling tiap hari bahkan tiap jam, kami merasa nyaman dan aman dengan keberadaan mereka,” ujar Winto.

Selain itu untuk mengantisipasi pekarja dari luar daerah yang kost atau kontrak di Desa Gayam, pemerintah desa memberi kewenangan penuh kepada Ketua Rukun Tetangga (RT) untuk mendata para pendatang.

Baca Juga :   Eksploitasi Gas Lengo Belum Berjalan

“Semua pendatang di sini diwajibkan laporan ke RT untuk di data. Kemudian dilaporkan ke pihak polsek. Ini untuk meminimalisir kejadian yang tidak kita kehendaki,” pungkas Winto.

Sebagaimana diketahui, sesuai laporan yang diterima PT. Asri Dharma Sejahtera (ADS), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro, yang terlibat penyertaan saham (Participating Interest/PI) 10% Blok Cepu, produksi Lapangan Banyuurip telah diuji coba dinaikkan dari 185 ribu barel per hari (bph) menjadi 200 ribu Bph mulai 8 Januari 2017 lalu.(suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *