SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro, Jawa Timur, berharap harga gas dari Unitisasi Lapangan Jambaran-Tiung Biru (J-TB) yang antara PT Pertamina (Persero) dengan PT Pupuk Kujang Cikampek (PKC) segera ada kesepakatan.
“Sehingga pembangunan pabrik pupuk bisa terealisasi,” ujar Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro, Sigit Kusharianto kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (18/1/2017).
Menururtnya, dengan berdirinya pabrik pupuk tersebut maka pertumbuhan ekonomi masyarakat di Bojonegoro semakin meningkat. Selain perekrutan tenaga kerja, juga tumbuhnya industri ikutan lainnya.
“Semoga segera ada kesepakatan harga, tentu dengan perhitungan yang ekonomis juga,” tukasnya.Â
PT PKC sempat menawar harga gas sebesar USD 7 dolar per  Million British Thermal Unit (MMBTU) dengan eskalasi 2% per tahun.Â
Dikonfirmasi Direktur Utama, PT Asri Dharma Sejahtera (ADS), Ganesha Askari mengatakan, di dalam Peraturan Presiden (Perpes) No. 40 tahun 2016 harga gas telah ditetapkan USD 6 per MMBTU. Namun, harga gas J-TB yang disetujui SKK Migas pada Agustus 2015 sebesar USD 8 per MMBTU sejak 2012 dengan kenaikan harga 2 persen per tahun.
“Perkiraannya harga 9,3 dolar Amerika Serikat per MMBTU pada 2020. Tapi Kujang selaku pembeli masih belum sepakat dengan harga itu karena terlalu tinggi,” pungkasnya.Â
Dia menyebutkan, prosi PT ADS di Lapangan Unitisasi J-TB sebesar USD 94.5 Juta sampai produksi gas pada tahun 2020 dengan asumsi tidak ada eskalasi dan keterlambatan.(rien)