SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro –  Jumlah tenaga kerja (Naker) untuk proyek  pipa gas Gresik-Semarang (Gresem) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, terus mengalami pengurangan. Bahkan perekrutan naker baru untuk tahun 2017 ini belum dimulai lagi oleh kontraktor pelaksana karena pekerjaan pipa dari wilayah Baurno hingga Padangan tersendat. Â
Sesuai informasi yang diperoleh Pengawas Ketenagakerjaan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Endang Ramis, Â subkontraktor PT Pertagas yakni PT Antajaya dan PT Prima Jaya Persada (PJP) yang mengerjakan pengerukan terus melakukan pengurangan naker lokal. Selain sebagian pekerjaan sudah selesai, saat ini hanya dibutuhkan tenaga kerja skill atau memiliki keterampilan khusus.Â
“Kami himbau untuk lahan yang belum dikerjakan, terkait naker agar berkoordinasi dengan Pemkab dan pemerintah desa,” imbuhnya.
Himbauan agar mengutamakan tenaga kerja lokal termasuk desa yang dilewati jalur pipa ini untuk mengantisipasi adanya konflik yang berdampak pada penundaan pekerjaan.
“Walaupun sedikit harus dikoordinasikan,” Â tegasnya.
Pihaknya juga meminta agar kedua perusahaan tersebut melaporkan progres terkait jumlah tenaga kerja lokal.
“Kalau untuk Januari ini, kami belum menerima laporan terbaru. Tapi sudah dimintakan datanya, berapa yang dikurangi,” ucap Endang Ramis.
Dari data yang dia terima, pada tahun 2016, pekerja dari PT Antajaya yang mengerjakan jalur pipa ke arah timur atau arah Baureno merekrut kurang lebih 60 orang. Sedangkan PT PJP yang mengerjakan jalur pipa ke arah barat merekrut tenaga kerja 50 orang. Semuanya dari warga sekitar yang dilalui proyek pipa.
“Informasinya sekarang terus berkurang sampai 30-25 orang, itu masih sebatas lisan,” pungkasnya.Â
Pipanisasi Gresem ini berkapasitas maksimal 500 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) dan diameter pipa sebesar 28 inchi ini. Ditargetkan proyek ini on stream pada kuartal pertama tahun 2016.
Pipa ini akan mengalirkan gas excess dari Jawa Timur yang berasal dari Kangean dan Husky sebesar 30 MMSCFD ditahun 2016, dan gas Cepu Lapangan Tiung Biru dan Cendana sebesar 100 MMSCFD dan potensi gas Cepu Lapangan Alas Tua sebesar 110 MMSCFD mulai 2022, untuk menjamin pasokan gas di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.(rien)