CSR Tak Cair, Warga Demo Pabrik Holcim

demo holcim

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban – Belasan warga dari Desa Karangasem, Merkawang, Gelondonggede, Sawir, Mliwang dan Desa Kedungrejo, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, berunjuk rasa di pabrik semen PT Holcim, Kamis (26/1/2017), pukul 09.00 WIB.  Warga ring satu pabrik itu mengusung tujuh tuntutan diantaranya realisasi program Corporate Social Responsibility (CSR) 2016.

“Program CSR tahun 2016 banyak yang belum diberikan,” ujar tokoh pemuda Desa Karangasem, Kecamatan Tambakboyo, Amir Rahman, kepadasuarabanyuurip.com, ketika ditemui di perempatan Desa Merkawang, Tambakboyo.

Amir sapaan akrabnya menjelaskan, selain CSR warga juga menyuarakan enam tuntutan. Pertama tidak transparannya proses perekrutan tenaga kerja (Naker). Sesuai komitmen awal Holcim bakal melibatkan 75 persen Naker lokal, dan 25 persennya Naker asing.

“Kenyatannya tidak demikian banyak Naker lokal non skill tidak dilibatkan,” imbuhnya.

Tuntutan kedua PT Holcim Tbk harus komitmen atas prosedur dan aturan tang telah dibuat. Berikutnya perusahaan asal Negara Swiss harus membuat saluran pembuangan air hujan yang tertata dan sistematis, sebab saat hujan air membanjiri sawah warga.

Baca Juga :   Ahli Waris Hentikan Proyek Pipa Blok Cepu

Pabrik Holcim juga diminta merubah lampu yang berada di dekat area pertanian, karena mempengaruhi hasil panen. Tuntutan kelima Holcim harus mengurangi pencemaran udara/lingkungan terutama debu yang ditimbulkan karena terlalu dekatnya dengan pemukiman penduduk.

“Tuntutan terakhir Scrub besi/ Aval Holcim harus dikelola oleh perkumpulan pengusaha lokal,” jelasnya.

Meskipun Koordinator Lapangan (Korlap) sudah melakukan mediasi bersama perwakilan Holcim , namun massa ingin bertemu General Manager (GM) PT Holcim.

Terpisah, Corporate Communication Holcim, Indri Siswati, belum memberikan komentar sedikitpun atas tujuh tuntutan warga ring 1.

“Sebentar ya, mas,” ujarnya singkat.

Perlu diketahui, produksi Pabrik Tuban 1 dimulai pada bulan juni tahun 2014 lalu.  Sedangkanpenambahan kapasitas produksi dengan membangun Pabrik Tuban 2, sebesar 40% dilakukan pada akhir tahun 2015, PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB).

Pabrik semen terbesar kedua di Tuban ini memiliki nilai total investasi senilai 800 juta dolar Amerika. (aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar