Petrochina-Pertamina Bahas Pengambilalihan Blok Tuban

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban– Petrochina East Java Ltd bersama PT Pertamina (persero) saat ini sedang membahas pengambilalihan lapangan Minyak dan Gas Bumi (Migas) Blok Tuban yang masa kontraknya habis pada akhir Februari 2018. Akibatnya temuan gas Sumber tahun 2013 di Desa Sambonggede, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Jawa Timur belum jelas apakah digarap Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ) atau kontraktor baru.

“Nasib gas Sumber yang memiliki cadangan 150 billion SCF gas akan diketahui setelah bahasan pengambilalihan Blok Tuban selesai,” ujar Field Admin Superintendent (FAS) JOB P-PEJ, Akbar Pradima, kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (28/1/2017).

Pasca habisnya kontrak di Blok Tuban, operator Petrochina tetap berminat melanjutkan kontrak episode 30 tahun mendatang. Itu kalau Pemerintah merestuinya, sebab Pertamina sendiri yang berwenang menentukan partner kerjanya.

Beberapa waktu lalu, Kepala SKK Migas Jabanusa, Ali Masyhar, menegaskan, bahwa Petrochina bakal meninggalkan lapangan Migas Blok Tuban yang telah dikelolanya sejak tahun 1998 tersebut.

Baca Juga :   Warganya Perjuangkan DBH Migas Blok Cepu, Bupati Blora : Tak Mungkin Saya Gugat Pak Jokowi

“Dalam konsep JOB, Pertamina nanti masih tetap sebagai kontraktor di Blok Tuban,” tegas Ali Masyhar. 

Selama ini dalam JOB P-PEJ di WKP Blok Tuban, Pertamina memagang saham 50 persen. Petrochina 25 persen, dan Metco E&P Tuban sebanyak 25 persen. Pada perkembangannya saham 25 persen dari Medco E&P Tuban, telah dibeli oleh Pertamina. 

Terpisah, dalam siaran persnya di media Nasional, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, mengatakan, setelah kontrak berakhir Blok Tuban akan diserahkan ke Pertamina. Keputusan ini berdasarkan evaluasi berbagai aspek, dan Pemerintah yakin Pertamina mampu mengelolanya.

Dalam mengelola Blok Tuban, Pertamina akan menerapkan skema bagi hasil gross split atau tanpa pengembalian biaya operasional. Menurutnya skema baru tersebut lebih efisien, sesuai amanat Presiden Joko Widodo.

Dilain sisi, Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto membuka peluang bagi kontraktor lama untuk ikut bergabung dengan Pertamina mengelola blok yang sama. Pihaknya juga membuka peluang melibatkan karyawan di perusahaan kontraktor lama. Pertimbangannya, karyawan tersebut sudah menguasai proses produksi di lapangan.

Baca Juga :   STEM Akamigas Beri Beasiswa Mahasiswa Miskin

“Kami akan konsiderasi dengan karyawan sebelumnya,” kata Dwi.

Saat ini, pihaknya segera menyiapkan investasi dan mematangkan rencana kerjanya. Baru kemudian dilakukan penandatanganan yang rencananya berlangsung dalam waktu dekat. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *