SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Warga Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah kembali keluhkan kumuhnya Taman Seribu Lampu. Pasalnya, tenda milik Pedagang Kaki Lima (PKL) dibiarkan berdiri begitu saja oleh pemiliknya tanpa dibereskan setelah selesai jualan.
Padahal, pihak Kecamatan Cepu telah memberikan himbauan para PKL agar membongkar tenda usai digunakan berjualan. Kondisi tersebut sangat mengganggu pemandangan dan membuat kawasan Taman tampak kumuh dan tak sedap dipandang.
“Pihak Kecamatan Cepu kurang tegas dalam mengambil sikap,” terang Muntaha (25), kepada suarabanyuurip.com, Senin (30/1/2017).
Pria yang keseharian beraktivitas di Cepu itu menyayangkan perilaku PKL yang tidak tertib aturan. Meskipun dengan dalih mencari makan, tapi seharusnya mereka taat aturan, yaitu selesai berjualan semua peralatan seperti tenda maupun lainnya dibereskan.
“Kalau dibiarkan seperti itu warga jadi risih melihatnya,” keluhnya.
Padahal Cepu adalah wajah Blora dan Jawa Tengah dari arah timur. “Ternyata selain jalan rusak, Blora juga punya hiasan kawasan taman seribu lampu yang mblongkroh,” sambung Ahmad warga lainnya.
Sementara, Sekretaris Kecamatan Cepu, Edy Purnomo, saat dikonfirmasi menyatakan, jika PKL seharusnya membereskan tenda setelah digunakan berjualan.
“Meskipun hari libur, taman tetap harus bersih,” kata dia. (Ams)