Balita Hidrosefalus Meninggal Diusia 16 Bulan

Joko

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban – Ahmad Sarul Mar’i atau akrab disapa Joko Waras asal Desa Sumberejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, penderita hidrosefalus meninggal dunia, Senin (30/1/2017). Balita berusia 16 bulan itu menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD Dr Soetomo Surabaya sekira pukul 14:30 WIB.

“Selama tiga hari terakhir keponakannya keadaannya kritis,” ujar Paman Joko Waras, Sugianto, kepadasuarabanyuurip.com, Senin (30/1/2017).

Selama sepekan Joko menerima pengobatan rutin, pasca perawatan intensif beberapa bulan lalu. Kondisi buruk dialami keponakannya pada hari Minggu (29/1) malam, dan dokter yang menganganinya menyebut sulit harapan Joko berumur panjang.

Putra pertama dari pasangan Sholeh Fathur Rohman asal Desa Pucung, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik, dan Dwi Indah Setyowati asal Desa Sumberrejo, itu selama ini terus mendapatkan perhatian dan bantuan dari berbagai pihak. Hanya saja takdir berkata lain, nyawa Ahmad Sarul tak tertolong.

“Pekan lalu rencana cek rutin, namun keadaan kian kritis dan dimasukkan ruang ICU karena kondisi semakin parah,” sambung Kepala Desa Sumberejo, Suhadi.

Baca Juga :   Olah Kotoran Sapi Jadi Pupuk Bokasi

Seingatnya awal tahun ini kondisi Joko sudah membaik. Penyebabnya selama pengobatan dibantu alat penyedot carian pada otaknya.Meski demikian, ketika bakal diperiksa kembali ke rumah sakit kondisi Joko sudah drop.

Meninggalnya Joko Waras langsung menjadi viral di jejaring media sosial. Serangkaian ucapan doa belasungkawa terus dipanjatkan, dan berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran. (aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *