SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Jakarta – PT Pertamina (Persero) memulai pelaksanaan pemilihan licensor, untuk proyek New Grass Root Refinery (NGRR) Tuban yang ditargetkan on stream pada akhir 2021. Tidak kurang dari 30 perusahaan kini berebut mejadi licensor, dan direncanakan selesai pada akhir kuartal II 2017.
“Proses pemilihan licensor sedang dilakukan untuk mendapatkan teknologi yang sangat menentukan keekonomian dan keandalan,†ujar Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia, Rachmad Hardadi, dalam siaran pers yang diterima suarabanyuurip.com, Rabu (1/2/2017).
Proses tersebut menentukan ketepatan waktu pelaksanaan proses selanjutnya, yaitu Front End Design (FEED) dan konstruksi (EPC). Serangkaian proses ini bagian dari tekad Pertamina menjawab tantangan pasar yang tinggi perhatiannya akan lingkungan bersih.
Dilain sisi, pihaknya juga akan terus berupaya untuk lebih kompetitif dan bersaing. Harapannya keandalan teknologi dan keekonomian proyek menjadi tuntutan, sehingga peranan licensor yang capable dan internationally recognized menjadi sangat penting dalam proyek tersebut.
Pertamina dan para mitra akan mengikuti proses seleksi secara detail, dan komprehensif dalam memilih teknologi yang paling sesuai untuk NGRR Tuban. Dalam menjalankan proses pemilihannya Pertamina dibantu oleh konsultan yang memiliki reputasi Internasional.
“Seluruh keputusan yang dilakukan adalah keputusan Pertamina dan  mitra,†imbuhnya.
Terpisah, Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto mengatakan kemajuan yang dicapai pada hari ini semakin menunjukkan langkah konkret Pertamina dalam upaya membangun kilang. Saat ini Pertamina dalam proses penyelesaian Bankable Feasibility Study (BFS) dan pelaksanaan AMDAL proyek NGRR Tuban.
“Ditargetkan selesai pada Juni 2017,†jelasnya.
Sementara itu, NGRR Tuban yang berkapasitas pengolahan 300 ribu barel per hari akan memproduksi 90 ribu barel per hari gasoline, 100 ribu barel per hari diesel dan 30 ribu barel per hari Avtur. Semua hasil produksinya akan berspesifikasi Euro 5 atau lebih tinggi dari tuntutan pasar saat ini Euro 4. (Aim)