Belum Ada Jatah LPG Subsidi untuk Tuban

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban – Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Tuban, Jawa Timur mengaku belum mengetahui berapa jatah LPG subsidi 3 Kilogram (Kg) dari Pemerintah Pusat. Selain itu mulai tahun 2017 ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat juga dikabarkan tidak bisa mengajukan kuota sesuai kebutuhannya.

“Pemkab tidak mengajukan kuota LPG dan belum tahu tahun ini dapat jatah berapa,” ujar Kasi Meteorologi dan Perlindungan Konsumen Bidang Perdagangan Diskoperindag Tuban, Sunaryo, kepada suarabanyuurip.com ketika dikonfirmasi melalui pesan singkat, Kamis (2/2/2017).

Naryo menjelaskan, selama ini LPG subsidi yang beredar di wilayahnya disuplai oleh Pertamina MOR V Surabaya. Saat ini pihak Pertamina juga belum bertanya berapa alokasi LPG subsidi di Tuban.

“Kami harapkan segera ada koordinasi supaya daerah segera menerima kepastian jatah LPG tahun ini,” pintanya.

Terpisah, Area Manager Communication & Relation Pertamina MOR V Heppy Wulansari, membenarkan bahwa alokasi LPG subsidi di wilayahnya belum ada jawaban dari pusat. Pihaknya juga sedang menunggunya, bukan hanya LPG namun alokasi BBM juga serupa.

Baca Juga :   Geledah Dealer Suzuki Surabaya, Kejaksaan Bojonegoro Dapatkan Bukti Tambahan Dugaan Korupsi Mobil Siaga

“Alokasi LPG subsidi dan BBM belum turun dari Pemerintah Pusat masih menunggu,” jelasnya.

Perempuan humanis ini panjang lebar menjelaskan kuota dan realiasasi LPG 3 Kg di tiga kabupaten pada tahun 2016 lalu. Untuk Kabupaten Tuban mendapatkan kuota LPG 32.519 Metrik Ton (MT), dan terealiasi 30.406 MT.

Sedangkan di Kabupaten Lamongan tahun lalu menerima jatah LPG 43.719 MT, dan terealiasi 40325 MT. Kabuoaten Bojonegoro mendapatkan jatah LPG 28.553 MT, dan terealiasi 26.350 MT.

“Selama 2016 tidak ada pengetatan alokasi, sehingga kuotanya tinggi,” tuturnya.

Untuk menentukan kuota atau jatah LPG sunsidi, biasanya ada usulan dari pemerintah daerah ke Pemerintah Pusat.  Setelah itu dievalusi, dan jatah ditetapkan oleh Pusat.

Dijelaskan pula, realisasi penggunaan LPG subsidi di tiga kabupaten lebih rendah dari tahun 2016. Tercatat, realisasi di Kabupaten Tuban 28.473 MT, Lamongan 38.741 MT, dan Bojonegoro 24.155 MT. (aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *