SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Pertamina EP Asset IV File Cepu masih menunggu disposisi surat dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Â Bojonegoro, Jawa Timur, PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) untuk pengelolaan sumur minyak tua di Lapangan Wonocolo.Â
“Mungkin suratnya masih di sekretaris,” ujar Field Manager PEP Asset IV, Agus Amperiyanto, melalui pesan pendeknya kepada suarabanyuurip.com, Kamis (02/2/2017).
Setelah menerima surat dari PT BBS, pihaknya akan mendiskusikan dengan fungsi strategic planning  and risk management (SPRM ) dan meneruskannya ke Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).
“Saya menunggu disposisi tersebut, meskipun konsolidasi awalnya sudah kita lakukan di lapangan,”lanjutnya.Â
Agus menambahkan, saat ini Pertamina EP menargetkan produksi dari sumur tua rata-rata sekitar 700 sampai 1000 barel per hari. Untuk mengejar target itu berbagai upaya telah dilakukan salah satunya melakukan penertiban penyulingan dan penjualan minyak secara ilegal.
“Kami optimistis bisa tercapai,” tegas pria ramah itu.Â
Seperti diketahui, BBSÂ telah mengirim surat ketertarikan kerjasama pengelolaan sumur minyak tua kepada Pertamina EP pada akhir Januari 2017 lalu.(rien)