Kasatpol PP: ODGJ Bukan Target Operasi Petugas

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban– Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Tuban, Jawa Timur, Heri Muharwanto dengan tegas menampik bahwa penderita Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang menceburkan diri ke laut utara bukan target operasinya. Kedatangan anak buahnya satu peleton justru mendapat kabar dari warga, kalau ada orang yang tenggelam.

Hal ini tentu sangat berbeda dengan kesaksian nelayan setempat, bahwa sempat terjadi aksi kejar-kejaran antara petugas Satpol PP dengan ODGJ.

“Bukan target operasi kami, Mas,” ujar Kasatpol PP Tuban, Heri Muharwanto, kepada suarabanyuurip.com, melalui sambungan teleponnya, Kamis (2/2/2017).

Heri menjelaskan, kehadiran petugas di lokasi justru untuk membantu tim SAR Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban yang sudah dulu mencari korban. Ditegaskan pula, bahwa awal bulan ini timnya tidak ada jadwal membawa ODGJ yang berkeliaran dan meresahkan warga Buwi Wali (sebutan lain Tuban).

Selama 7 jam tim SAR BPBD terus menyisir sekitar lokasi hilangnya korban. Hasilnya nihil, namun sekitar pukul 16:30 WIB ODGJ ditemukan petugas Satpol PP selamat di pantai Kecamatan Palang.

Baca Juga :   Oknum Wartawan Pemburu Rupiah Gentayangan di Pelantikan Perades

“Kita kejar tapi lari, nanti kalau ketangkap kita masukkan panti,” tegasnya.

Pernyataan Heri justru berkebalikan dengan kesaksian nelayan Kelurahan Latsari, Kecamatan Tuban, Supirin (53) saat di lokasi. Pria berkulit hitam tersebut menjelaskan detail aksi kejar-kejaran petugas dengan penderita ODGJ.

Saat melihat petugas korban langsung lari terjun dari trotoar ke pantai setinggi 3 meter. Setelahnya langsung lari ke arah barat sejauh 300 meter.

Melihat ODGJ sulit tertangkap, akhirnya petugas menggunakan mobilnya langsung balik kanan ke arah barat. Ketika petugas tiba dari arah barat, akhirnya korban langsung lari ke utara (menuju laut) hingga di kedalaman 2 meter.

“Terakhir terlihat kepalanya, dan setelahnya sudah digulung ombak,” imbuhnya.

Menurutnya, petugas terlalu kasar saat berencana mengamankan korban. Siapapun pasti akan lari dan ketakutan, ketika ditangkap dengan cara seperti itu. Padahal bila dilakukan dengan cara humanis, korban pasti tidak akan lari.

Hal serupa juga dijelaskan oleh petugas BPBD di lapangan. Bahwa kedatangan tim SAR di lokasi setelah memperoleh informasi dari Satpol PP. (Aim)

Baca Juga :   Tanam Jagung dan Rancah Jadi Pilihan Petani Pinggiran Hutan

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *