Kuswiyanto Semangati Siswa dan Guru MI Mabdaussolah

kuswiyanto

SuaraBanyuurip.comd suko nugroho

Bojonegoro – Masa reses awal tahun 2017 ini dimanfaatkan anggota DPR RI turun ke lapangan untuk menjaring aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya (Dapil). Seperti yang dilakukan Kuswiyanto, anggota Komisi VIII di Bojonegoro, Jawa Timur.

Politisi senayan yang berangkat dari dapil IX meliputi Kabupaten Bojonegoro dan Tuban itu mengawali masa resesnya dengan menyempatkan mampir di MI Mabdaussolah Pomahan Baureno. Kuswiyanto di dampingi Komisi B DPRD Bojonegoro Lasuri.

Di tempat tersebut, sahabat dekat Bupati Bojonegoro Suyoto itu diterima oleh kades, kiai dan semua pengelola yayasan beserta ratusan pelajar lembaga pendidikan MI Mabdaussolah Pomahan.

Sebelum bertemu dengan semua staf dan pelajar, Kang Kus-sapaan akrab Kuswiyanto juga menyempatkan mengunjungi Makam Sosro Bahu yang berada di belakang Madrasah dan melakukan tahlil bareng dipimpin Kiai Muhaimin pemilik Yayasan.

Dalam tatap muka bersama guru dan siswa, Kang Kus berharap agar semua siswa dapat mensuri tauladani jiwa pejuang patriotis Mbah Sosro Bahu dalam melawan Belanda dan menyebarkan agama Islam dengan keberanian dan kejujuran dengan terus belajar pada kehidupan untuk menghantar siswa menuju cita-cita.

Baca Juga :   Peringati Hari Difabel Dunia, Galang Tanda Tangan

Menurut Kang Kus, semua anak pada fitrahnya punya potensi yang berbeda-beda, sedangkan guru tinggal mengantarkannya dengan menggali potensi yang dimiliki masing-masing siswa.

“Karena kita tahu bahwa sekolah ini telah menelorkan banyak lulusan yang telah sukses menduduki banyak tempat di pemerintahan, TNI maupun Polri dan jabatan-jabatan lain,” ujar Kang Kus.

Oleh karenanya Kang Kus berpesan kepada semua siswa harus tetap semangat dengan terus belajar untuk sehat hati, sehat pikiran, terampil, selalu bekerjasama dan terus menguasai tehnologi untuk sebuah kesuksesan.

Kepala MI Mabdaussolah Pomahan, Fahrurozi berharap agar kunjungan Kuswiyanto dan Lasuri dapat membantu pembangunan infrastruktur sekolahnya karena bangunannya semakin usang.

“Apalgi jumlah siswanya setiap tahun semakin banyak, sehingga membutuhkan banyak kelas,” ucapnya.(suko) 

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *