SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Keberhasilan Kusnan, warga Desa Klepek, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menggeluti peternakan sapi mengundang perhatian Anggota Komisi VIII DPR RI, Kuswiyanto. Politisi senayan itu ingin belajar dan sekaligus mendengarkan keluh kesah Kusnan dalam usaha peternakan.
Mulai 2009, Kusnan telah banyak menjuarai kontes sapi tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional. Sehingga sapi-sapinya menjadi langganan Bupati, Gubernur bahkan Presiden untuk moment Qurban tahunan.
“Saya ingin ngangsu kaweruh. Bagaimana Pak Kusnan ini bisa sampai berhasil,†ujar Kuswiyanto saat mengunjungi Kandang Sapi Kusnan. Kuswiyanto didampingi Ketua DPRD Bojonegoro, Suyuthi dan Anggota Komisi B DPRD, Lasuri.
Di hadapan wakil rakyat dan warga setempat, Kusnan kemudian bercerita bagaimana merawat sapi-sapinya dengan hati. Mulai dari memberi makan dengan pola tepat, ukuran dan waktu hingga komposisi bahan makanannya. Sehingga telah banyak yang belajar di kandang miliknya mulai dari wilayah Jawa hingga luar Jawa.
“Tapi yang selalu jadi masalah adalah murahnya harga sapi meski harga daging sapi relatif setabil,†keluh Kusnan.
Menanggapi keluhan itu, Kuswiyanto menjelaskan, jika problem besar pertanian dan peternakan ini dikarenakan kartel-kartel yang membuat harga sapi turun. Sehingga Presiden Jokowi ingin mewujudkan kedaulatan pangan pertanian dan peternakan dari dalam negeri.
“Oleh karenanya peternak harus mulai dengan cara modern. Bagaimana memanfaatkan kotoran untuk pupuk organik, untuk biogas yang manfaatnya tentu lebih besar seperti masak dan listrik,” sambung Kuswiyanto.
“Ini merupakan perjuangan dalam peternakan dan pertanian menuju masyarakat Bojonegoro yang lebih hebat,†lanjut sahabat dekat Bupati Bojonegoro, Suyoto itu.
Sementara itu, Lasuri, dari Komisi B DPRD Bojonegoro yang salah satunya membidangi peternakan menjelaskan, turunnya harga sapi ini dikarenakan imbas impor yang menjadikan harga sapi terus turun meski harga daging tetap tinggi.
Lasuri mengungkapkan, untuk membantu peternak di wilayah Bojonegoro, pemerintah kabupaten (Pemkab) telah mendirikan pusat kesehatan hewan (Puskeswan) di semua kecamatan yang setiap hari berkeliling untuk memberikan layanan kepada peternak.
“Ini adalah wujud perhatian pemkab terhadap peternak Bojonegoro, sehingga harapanya bagamana Kang Kus yang menjadi wakil kita di pusat bisa ikut menekan kebijakan import sapi yang masih terus ada,†sambung Lasuri.(suko)