SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro, Jawa Timur, masih menunggu surat tembusan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terkait adendum Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) untuk peningkatan produksi Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, dari 185 ribu barel per hari (bph) menjadi 200 ribu bph.
Kepala DLH Bojonegoro, Nurul Azizah menegaskan, jika adendum AMDAL tersebut dinilai penting karena dengan peningkatan produksi Banyuurip menjadi 200.000 Bph secara otomatis gas suar bakar atau flaring juga akan meningkat.
“Peningkatan tersebut akan mengubah kandungan di dalamnya, dan mengubah kualitas udara, suhu, dan lain sebagainya,” jelasnya saat ditemui suarabanyuurip.com di kantornya, Senin (06/2/2017).
Oleh sebab itu saat ini pihaknya masih menunggu surat tembusan dari Kementerian LH dan Kehutanan terkait adendum AMDAL untuk peningkatan produkdi di Blok Cepu.
“Kalau sudah dapat AMDALnya, nanti kita cek ke lapangan, apakah sudah sesuai AMDAL atau tidak. Kalau tidak ya ada teguran. Kalau sudah sesuai kita tinggal pantau enam bulan sekali,” pungkasnya.
Sementara itu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengaku saat ini terus berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan memproses amandemen AMDAL untuk peningkatan produksi Lapangan Banyuurip, menjadi 200 ribu bph.
“Koordinasi tersebut untuk memaksimalkan produksi dan memenuhi kebutuhan energi Indonesia yang meningkat,” ujar juru bicara dan humas EMCL, Rexy Mawardijaya melalui pesan pendek yang dikirim kepada suarabanyuurip.com, Minggu (5/2/2017) lalu.(rien)