SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Penyerapan gabah petani di wilayah Blora, Jawa Tengah, oleh Badan Logistik (Bulog) dinilai terlambat. Karena panen raya petani telah dilakukan sejak beberapa minggu yang lalu hingga menyebabkan jatuhnya harga gabah.
“Sudah terlambat. Panen sudah berlangsung sosialisasi baru dilaksanakan Selasa lalu,” kata salah satu Mitra Kerja Pengadaan (MKP) Singgih Hartono.
Para MKP masih merasa takut untuk melakukan penyerapan. karena kondisi cuaca yang tidak bersahabat.
Sementara itu Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Blora meminta Bulog secepatnya melakukan penyerapan gabah karena panen raya sudah terjadi beberapa minggu yang lalu. Disamping itu hama penyakit dan cuaca ekstrim telah menyebabkan harga gabah jatuh.
“Bulog cepat segera menyerap gabah dari petani,” sambung Kepala DPKP Blora, Reni Miharti.
Sesuai data DPKP Blora, untuk bulan Februari ini terdapat 41.000 hektar padi siap panen, dan pada bulan Maret seluas 13.000 hektar akan dipanen.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bulog Subdivre Wilayah Pati, Ahmad Kholison mengakui jika penyerapan gabah mengalami keterlambatan.
“Karena ada perubahan pada Management,” katanya.
Dirinya memastikan satuan kerja (Satker) penyerapan gabah dan MKP akan bekerja pada minggu ini.
“Kami juga masih membuka pendaftaran untuk menjadi MKP Bulog. Termasuk dari Gapoktan maupun Poktan,” pungkasnya. (ams)