SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Dimulainya pengerjaan penanaman pipanisasi Gas Gresik – Semarang (Gresem) di wilayah Desa Kapuan, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, ternyata tidak ada koordinasi dengan pihak kecamatan. Hal itu mengundang kekhawatiran pihak Pemerintah Kecamatan setempat, jika suatu saat timbul gejolak atau ada pertanyaan dari pihak lain terkait adanya pekerjaan tersebut.
“Kami tidak akan menuntut apapun. Jika suatu saat terjadi sesuatu, kami bisa tau dan tidak disalahkan oleh atsan. Karena sebagai penanggung jawab wilayah,” kata Camat Cepu, Joko Sulistiyono, kepada suarabanyuurip.com, Kamis (9/2/2017).
Seharusnya dari kontraktor ada komunikasi dengan kecamatan. Paling tidak memberitahukan, bahwa mereka ada pekerjaan dan dari mana asalnya. “Sekadar permisi dan memperkenalkan diri apa beratnya,†ucapnya.
Menurutnya, baik kontraktor maupun subkontraktor tidak ada yang datang untuk berkoordinasi. Meskipun pekerjaan penanaman pipa telah dimulainnya.
“Harapan kami, warga lokal bisa dilibatkan. Karena itu bisa memberi kesempatan bekerja bagi warga. Mengingat, pekerjaan seperti itu tidak setiap hari ada,” ungkapnya. (Ams)