SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Komisi VII DPR RI melakukan kunjungan spesifik ke Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, yang dioperatori ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Jumat (10/2/2017) kemarin, untuk melihat realisasi kenaikan produksi dari 185.000 barel per hari (BPH) menjadi 205.000 bph.Â
“Kondisinya sekarang sudah bukan uji coba lagi, tapi sudah naik menjadi 205.000 barel per hari,” ujar Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Satya Widya Yuda, saat dihubungi Suarabanyuurip.com, Sabtu (11/2/2017).
Menurutnya, fasilitas yang ada saat ini masih bisa menampung jumlah produksi 205.000 bph meskipun secara tekhnis ada kerawanan.Â
“Fasilitasnya masih bisa menampung sebesar itu, tapi tetap rawan,” imbuh politisi Partai Golkar itu.
Disinggung mengenai adendum analisis dampak lingkungan (AMDAL), menurut Satya, saat ini masih dalam proses di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Namun, hal tersebut tidak perlu dipermasalahkan karena tidak ada pembuatan fasilitas baru di Blok Cepu.
“Yang berubah sekarang ini kan produksinya, bukan fasilitas atau bangunan fisik lainnya. Jadi, AMDALnya menyusul,” pungkasnya.
Sebelumnya, juru bicara EMCL, Rexy Mawardijaya menegaskan jika saat ini belum melakukan peningkatkan produksi Lapangan Banyuurip dari 185 ribu bph menjadi 205 ribu bph. Â
“Kita masih tunggu Amdalnya. Â Sebelum amdal turun kita uji coba dulu fasilitasnya, siap nggak? Sehingga saat amdal turun semua sudah siap,” sambung Rexy saat menghadiri peringatan Hari Pers Nasionl (HPN) yang dilaksanakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bojonegoro di Pendapa Malwopati, Kamis (9/2/2017) malam. Â
Ia mengaku tidak mengetahui persis sejauh mana proses perubahan Amdal yang sedang di proses Kementerian LH dan Kehutanan sekarang ini.
“Kemungkinan nanti akan ada sidang amdal lagi seperti dulu,” pungkas Rexy.(rien)