Produksi Blok Cepu Diturunkan

gagak rimang

SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia

Bojonegoro – Cuaca buruk dan gelombang besar di laut Tuban, Jawa Timur, berdampak pada turunnya produksi minyak dari Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, yang berada di  wilayah Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.  Produksi yang sebelumnya mencapai 185 ribu barel per hari (bph) hingga 205 ribu bph itu diturunkan menjadi 50 ribu bph.

Penurun produksi ini diketahui saat Komisi VII DPR RI melakukan kunjungan spesifikasi ke Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, Jumat (10/1/2017) kemarin.

Menurut Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Satya W Yudha penurunan produksi minyak itu dikarenakan di tempat penampungan minyak (floating storage dan offloading/FSO) Gagak Rimang yang berada di tengah laut Palang, Kabupaten Tuban, yang berfungsi menampung minyak dari Lapangan Banyuurip sebelum dikapalkan, sekarang ini terisi penuh. 

“Dengan kondisi top tank itulah, kapal off-taker tidak bisa mengambil minyaknya,” ujarnya. 

Kapal off-taker (pengambil) belum bisa menerima minyak dari Gagak Rimang dikarenakan kondisi cuaca yang buruk dan gelombang besar di lautan. Kapal akan kembali menerima minyak setelah kondisi cuaca membaik.

Baca Juga :   Realisasi Produksi Minyak Jabanusa Lampaui Target

“Akibatnya, sekarang ini produksi di Blok Cepu diturunkan dari 205.000 barel per hari menjadi 50.000 barel per hari,” ucap Satya.

Penurunan tersebut, tentu menimbulkan kerugian bagi negara. Namun, karena faktor alam maka tidak bisa dipersalahkan. Produksi akan ditingkatkan lagi setelah kondisi cuaca membaik dan kapal off-taker bisa mengambil minyak lagi dari Gagak Rimang.

“Dengan diturunkan produksinya, ya tentu saja gasnya harus di flaring-kan,” pungkas politisi Partai Golkar itu.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *