SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Dinas Pendidikan Tuban, Jawa Timur secara tegas melarang pelajar di wilayahnya untuk merayakan valentine day yang jatuh pada hari Selasa (14/2) besok. Larangan tersebut tertera jelas dalam surat edaran Nomor 420/835/414.101/2017, yang ditujukan kepada seluruh UPTD Pendidikan di 20 kecamatan dan kepala sekolah tingkat SMP Negeri dan swasta.
“Sejak tanggal 10 Februari 2017 lalu surat edaran larangan hari kasih sayang telah beredar,” ujar Sekretaris Dinas Pendidikan Tuban, Nur Khamid, kepada suarabanyuurip.com, Senin (13/2/2017).
Dia mengungkapkan, kebijkan ini sebagai komitmen Pemerintah Daerah (Pemda) Tuban dalam membangun pendidikan karakter peserta didik yang berahlak mulia. Sekaligus menghindari kegiatan yang bertentangan dengan norma agama, sosial, dan budaya bangsa.
Isi surat tersebut meliputi, larangan pelajar merayakan valentine day baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Bagi kepala sekolah diminta membuat surat edaran kepada orang tua/wali pelajar untuk dapat mengawasi putra putrinya.
“Apabila masih ada pelajar yang nekat dan ketahuan otomatis dikenai sanksi sesuai aturan sekolah masing-masing,†imbuhnya.
Lebih dari itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan wilayah Kabupaten Tuban Dinas Pendidikan Jawa Timur, Edy Sukarno, juga mengedarkan surat serupa kepada seluruh kepala sekolah tingkat SMA/SMK/MA Negeri dan Swasta di Tuban. Komitmen bersama ini untuk melindugi pelajar supaya tidak melanggar norma  sosial dan budaya.
“Ada tiga point dalam surat itu, serupa dengan yang diedarkan Dinas Pendidikan Tuban,†ucapnya.
Perlu diketahui, selama ini valentine day diketahui merupakaan momen spesial bagi kawula muda. Berbagai pernak pernik mulai bunga dan coklat menjadi simbol perasaan, dan diberikan kepada lawan jenisnya. Secara historis, valentine day  muncul pertama di era Roma kuno.
Banyak versi yang mendefinisikan asal muasal kata valentin, mulai sebagai lambang kesuburan, maupun nama seorang pastor. Sampai kini Hari Valentine di era modern diplokamirkan oleh Amerika Utara dari Britania Raya secara massal. (Aim)