SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Pemilik Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) sumur tua, Pertamina EP Asset 4 Field Cepu berencana segera melakukan pengembangan program pemberdayaan terhadap masyarakat sekitar sumur tua di Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Field Manajer Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Agus Amperianto mengatakan, pemberdayaan masyarakat sekitar tambang minyak bumi sumur tua yang sudah dilakukan salah satunya adalah di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro. Dengan pemanfaatan lapangan sumur tua menjadi wahana wisata Geoheritage Teksas Wonocolo.
Salah satunya dalam wisata tersebut menawarkan lokasi offroad, rumah singgah dan museum mini. Terbentuknya sumber daya alam (SDA) yang ada di wilayah tersebut nantinya masyarakat bisa mengembangkan usaha ikutan di wisata Geoheritage Teksas Wonocolo.
“Dalam waktu dekat, Kabupaten Blora, dan Tuban akan menyesuaikan lebih lanjut,” kata Agus Amperianto kepada suarabanyuurip.com, Senin (13/2/2017). .
Agus menjelaskan, pengembangan program pemberdayaan masyarakat akan dilakukan setelah adanya penyusunan diagram waktu dilakukannya penertiban terhadap penambang minyak bumi di lapangan sumur tua secara ilegal. Menurut Agus, rencana tersebut perlu disusun diagram tata waktu pelaksanaan, koordinasi dengan tiga instansi. Yakni, Polres, Kodim Blora, Jawa Tengah, Bojonegoro dan Tuban, Jawa Timur tentang penertiban.
“Hal itu, sesuai dengan hasil koordinasi rencana penertiban yang direncanakan akan dilakukan sebelum pertengahan Bulan Februari 2017,” tandasnya.
“Jadi selain pengembangan program pemberdayaan masyarakat. Bersama Pemerintah Daerah (Pemkab) dan aparat keamanan kami juga melakukan pembahasan tentang rencana penertiban pengeboran tradisional yang dilakukan secara ilegal,” pungkasnya.(rien)