2018, Jembatan Menuju Tawun Dibangun Ulang

Sidak jembatan tawun

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban– Wakil Bupati Tuban, Jawa Timur, Noor Nahar Hussein, sudah memutuskan bakal membongkar kemudian membangun ulang jembatan ambrol di Desa Kumpulrejo, Kecamatan Bangilan akibat banjir beberapa waktu lalu. Pekerjaan ini akan dilakukan pada tahun 2018 mendatang dengan anggaran kurang lebih Rp 4 miliar.

“Kondisi jembatan menuju Lapangan Migas Tawun ini sangat parah, sehingga tidak mungkin dilakukan perbaikan darurat,” ujar Noor Nahar, kepada suarabanyuurip.com, Kamis (16/2/2017) kemarin. 

Di lokasi, Noor Nahar didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR), Choliq Qunnasich, Kepala BPBD Tuban, Joko Ludiono, dan jajaran Muspika Bangilan, Tambakboyo prihatin dengan bencana alam yang menimpa warga Kumpulrejo. Diharapkan warga bersabar dan memahami kenapa perbaikannya harus tahun depan.

Hemat kata, pria kelahiran Kecamatan Rengel ini tidak ingin membuang dana sia-sia. Sesuai prinsip pembangunan dan keefektifan anggaran, bahwa sekali bergerak harus tuntas. Tanpa mengurangi rasa hormat, alokasi anggaran baru bisa dicairkan tahun depan.

“Sama halnya ketika dibuatkan jembatan yang habis ratusan juta pasti akan ambrol lagi,” imbuh orang nomor dua di Bumi Wali (sebutan lain Tuban) ini.

Baca Juga :   BI : SKPD Harus Tampilkan DIP di Website

Sesuai saran dan penghitungan Kadis PUPR, Noor Nahar menyebut pembangunan ulang jembatan minimal butuh waktu 7 bulan. Jeda waktu ini akan optimal jika cuaca baik. Apabila sebaliknya tentu akan berpengaruh pada kualitas kontruksi.

Camat Bangilan, Muhammad Reza, juga mengamini upaya dari Wabup Tuban. Pembangunan jembatan yang usianya diprakirakan sejak jaman Belanda ini harus tepat, dan tidak membuang anggaran.

Sesuai kesepakatan di lokasi, UPTD PUPR Bangilan juga diminta membantu warga memperkuat jalan darurat dari bambu. Dengan catatan jalan sementara ini hanya boleh dilalui kendaraan roda dua.

“Kalau sampai ada kendaraan roda empat melintas hadang, dan jangan biarkan lewat demi keamanan bersama,” tambahnya.

Jembatan penghubung Kecamatan Bangilan-Tambakboyo ini ambrol pada hari Senin (13/2) lalu sekitar pukul 17:30 WIB. Putusnya akses ini karena sisi utara jembatan tergerus banjir, setelah hujan lebat mengguyur wilayah setempat dua jam.

Dalam dua hari pasca ambrol, tak satupun kendaraan dapat melintas. Penyebannya sisa jembatan yang dapat dilalui hanya cukup bagi pejalan. Hari ketiga warga baru memutuskan merakit bambu, supaya aktifitas warga kembali normal. (Aim)

Baca Juga :   PSHT Rayon Trenggulunan dan Butoh Peduli Lingkungan

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *