SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Retakan tanah yang terjadi di pemukiman warga Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (16/2/2017) kemarin, semakin parah. Sebelas jiwa dari empat keluarga yang tinggal di tujuh rumah terdampak peristiwa tersebut diungsikan karena keretakan semakin lebar dan dalam.
“Karena membahayakan penghuninya. Retakan terjadi di banyak titik dan berdampak langsung pada kerusakan bangunan rumah,” ujar Camat Kedewan, Arifin.
Berdasar keterangan penduduk setempat, pergerakan tanah sudah terjadi beberapa waktu lalu dan saat ini merupakan kondisi terparah. Forum pimpinan kecamatan (Forpimka) Kedewan, pemerintah desa (Pemdes) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah bersepakat mengungsikan warga dan memindahkan sebagian perabot rumah tangga ke rumah keluarganya yang berjarak satu kilo meter dari lokasi kejadian atau kearea aman yang tidak terjadi retakan tanah.
“Kami juga mengirimkan logistik untuk warga terdampak guna pemenuhan kebutuhan dasar,” lanjutnya.
Untuk memastikan penyebab kejadian serta mendapatkan hasil analisa yang tepat, BPBD Bojonegoro bekerjasama dengan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Migas Cepu dan melaksanakan analisa lapangan.
Dari hasil analisa tim Ahli PPSDM Migas akan dilaporkan lebih lanjut agar dapat menjadi bahan pertimbangan rekomendasi langkah cepat dan tepat dalam penanganan bencana yang telah terjadi.(rien)