Surat Nikah Syarat Wajib Penghuni Rusunawa

rusunawa cepu

SuaraBanyuurip.comAhmad Sampurno

Blora – Pemerintah Kabupaten  Blora, Jawa Tengah, menetapkan surat (buku) nikah menjadi sarat wajib bagi warga yang ingin menghuni  rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) Cepu. Sarat tersebut sesuai dengan Peraturan Bupati (Perbub) yang mengatur rusunawa.

Gara-gara syarat wajib ini banyak warga yang tidak lolos verifikasi persyaratan administrasi lantaran tidak bisa melampirkan surat nikah.

Menurut Kepala Bidang Perumahan Pemukiman dan Perhubungan (Dinperumkimhub) Blora, Suharyono, surat nikah tersebut menjadi syarat mutlak untuk diterimanya warga menempati rusunawa.

“Banyak warga yang mengajukan untuk menempati, tapi tidak bisa menunjukkan surat nikah, meskipun mereka mengaku sudah menikah,” kata dia, mengungkapkan, Senin (20/2/ 2017).

Pihaknya tidak mau kecolongan meskipun warga mengaku telah melakukan nikah siri.

“Kami tidak ingin rusun ini digunakan untuk kumpul kebo,” tandasnya.

Kepala Dinperumkimhub Blora, Syamsul Arif menambahkan, pihaknya masih memberikan kesempatan kepada warga yang ingin menempati. Asalkan, lanjut dia, warga bisa memenuhi persyaratan yang sudah ditentukan.

“Apa susahnya dengan datang ke KUA untuk menikah ulang. Setelah itu bisa menempati rusun,” sambungnya.

Baca Juga :   Pemilik Lahan Tagih Koordinator, Suraji : Saya Akan Laporkan Perusahaan Mitra Kominfo

Hingga hari ini tercatat, ada 42 warga yang telah meneriman kunci ruangan Rusunawa Cepu. Namun belum semuanya menempati ruangan tersebut. Sebagian warga tampak baru melakukan pembersihan ruangan dan ada pula yang sejak pekan lalu menempati rusun.

Dariyanti (37), warga Kelurahan Tambakromo, justru telah menempati Rusun bersama keluarganya pada tanggal (15/2/2017) lalu. Dirinya juga memanfaatkan rumahnya untuk berjualan jajanan, melanjutkan usahanya sebelum menempati Rusun.

“Sebelum pindah di sini, saya juga jualan,” ucapnya.

Berbeda lagi dengan Deni Kristiyawan. Warga Kelurahan Balun itu yang mengaku masih tinggal di pinggiran Kali Balun. Sejak dua hari lalu, dirinya baru mulai melakukan pembersihan sembari menunggu hari baik.

“Sementara masih kesana kemari, karena kami Jawa juga menunggu hari baik,” tambah Deni.(ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *