SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
 Tuban – Insiden ambruknya bangunan di lingkungan wisata perut bumi, Dusun Wire, Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur diprediksi terus meluas. Pantauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) retakan masih berpotensi hingga radius 10 meter.
“Masih berbahaya karena ada potensi retakan susulan,†ujar Kepala BPBD Tuban, Joko Ludiono, kepada suarabanyuurip.com, melalui teleponnya, Rabu (22/2/2017).
Pasca meninjau loaksi langsung, tim BPBD teryata menemukan ada tanda retakan lain. Ditegaskan bahwa bencana ini bukan terjadi seketika, namun pengelola yang bersangkutan tidak care dan peduli dengan retakan tersebut.
Dalam waktu dekat beberapa pemilik bangunan di atas goa harus mengungsi. Jangan sampai mengakibatkan korban jiwa, dan menambah daftar panjang korban bencana.
“Kemarin sudah kami bantu evkuasi barang-barang, dan saat ini waktunya pindah sementara di lokasi yang lebih aman,†jelasnya.
Hasil pantauan di lokasi, retakan sangat ketara di sisi utara ponten. Apabila terjadi hujan lebat, dipastikan retakan bakal meluas hingga 10 meter. Kedepan Joko bakal mengajak koordinasi dengan beberapa pihak, termasuk pengelola wisata.
“Harus ada kajian mendalam supaya kerugian bencana ini dapat diminimalisir,†imbuhnya.
Sementara, Camat Semanding, Eko Julianto, ketika dikonfirmasi soal hasil pertemuan dengan pengelola hari Selasa (21/2) kemarin belum memberikan jawaban detail.
“Masih rapat, nanti akan kami informasikan,†janjinya.
Perlu diketahui, kerugian dari ambruknya bangunan ini mencapai Rp 200 juta. Sedikitnya ada 13 ponten milik Ulfa, dan satu kamar milik Antok ambles hingga kedalaman tiga meter. (Aim)