Butuh Waktu Setahun Pulihkan Kesuburan Tanah

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyampaikan, hingga kini semburan lumpur panas di Dusun Kramat, Desa Jari, Kecamatan Gondang, Bojonegoro belum berhenti.

Semburan tersebut berdampak pada kerusakan lahan pertanian seluas kurang lebih setengah hektar. Seperti tanaman padi yang sudah berbulir itu kering kemudian rusak akibat luberan lumpur.

“Untuk mengembalikan kondisi tanah agar kembali subur maka butuh proses yang panjang,” ujar Kepala DLH, Nurul Azizah, kepada Suarabanyuurip.com, Jumat (24/2/2017).

Waktu yang dibutuhkan untuk memulihkan kembali kesuburan tanah kurang lebih selama satu tahun. Karena, kerusakan tanah disebabkan lumpur yang keluar dari perut bumi itu mengandung TSS dan TDS atau air yang keruh sehingga oksigen tidak bisa masuk karena pori-pori tanah tertutup.

“Kami sudah meminta pemilik lahan agar menutup lumpur yang menggenangi sawah dengan jerami agar bisa kembali menyerap air dan menghasilkan mikroba. Karena jerami prosesnya cepat,” imbuhnya.

Namun, pemulihan tanah itu untuk saat ini belum bisa dilakukan karena semburan lumpur masih keluar. Meskipun volumenya sudah mengecil.

Baca Juga :   4.089 Orang di Tuban Rayakan 1 Muharram 1440 H

“Saat ini titik semburan berjumlah enam titik,” pungkasnya.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *