SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Pasca melakukan pendataan lahan proyek Kilang Tuban akhirnya Muspika Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur mengusulkan setiap penggarap di empat desa memperoleh ganti rugi atau tali asih Rp 20 juta per hektar. Usulan tersebut telah disampaikan kepada Pertamina, dan rencananya akan dijawab pada Bulan Maret mendatang.
“Sudah kami data ketemu 1.130 penggarap di empat desa dengan luasan lahan 337.222,23 hektar,” ujar Sekretaris Jenu, Suwoto, kepada suarabanyuurip.com, melalui teleponnya, Jumat, 24 Februari 2017.
Suwoto merinci, untuk penggarap di Desa Kaliuntu ada 49 orang dengan luas lahan 184.148 hektar. Berikutnya 633 orang di Desa Wadung, luas lahan 203.462,3 hektar. 156 penggarap di Desa Rawasan dengan luasan 419.010 hektar. Terakhir 292 orang Desa Mentoso dengan luas lahan 734.442 hektar.
Sambil menunggu keputusan nilai tali asih, dia juga mendata jumlah lulusan SMA/SMK di wilayah sekitar kilang. Langkah cepat tersebut dilakukannya bersama UPTD Dinas Pendidikan dan Pamong Desa.
“Pendataan ini untuk mengetahui jumlah pengangguran usia produktif sekaligus pelajar yang masih duduk di kelas 3,” imbuhnya panjang lebar.
Sebelum Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan peletakan batu pertama kilang pada Bulan Juni 2017 mendatang, Suwoto terus menjalin komunikasi dengan penggarap dan stake holder lainnya. Diharapkan jangan sampai dikemudian hari ditemukan problem yang menggangu progres kilang yang digarap Pertamina bersama Rosneft Oil Company.
“Alhamdulillah karakter warga sekitar Kilang proaktif ketika diajak komunikasi, sehingga kami selaku Muspika memastikan tidak ada gejolak pada proyek pengolahan minyak mentah tersebut,” terangnya.
Merujuk pada hasil riset tim ITS beberapa waktu lalu, seribu lebih penggarap lahan kilang rata-rata akan beralih ke profesi ternak. Peralihan ini dinilai keputusan tepat, mengingat sudah tidak ada lahan lagi yang dapat digarap.
Lebih dari itu, untuk anak penggarap lahan nantinya juga diproyeksikan mampu berwirausaha. Apakah nanti dibantu program Corporate Social Responsibility (CSR) dari Pertamina, akan dibicarakan sambil berjalan.
“Dalam waktu dekat kabarnya kami akan diundang Pertamina lagi ke Surabaya untuk membicarakan segala sesuatunya,” tandasnya.
Sesuai janji Pertamina, setiap penggarap bakal memperoleh tali asih tiga kali. Upaya ini sebagai komitmen Pemerintah menjadikan kedaulatan energi untuk bersama. (Aim)
