SMK Mulai Bergerilya Menjaring Siswa Baru

SuaraBanyuurip.com - Totok Martono

Lamongan – Menjamurnya lembaga pendidikan swasta kejuruan di Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, menjadikan ketatnya kompetisi untuk menjaring siswa baru.

Tak kurang dari empat lembaga pendiikan kejuruan swasta yang berada di wilayah kota wingko (sebutan lain Babat). Diantaranya SMK PGRI, SMK Patria, SMK Kesehatan, dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhamadiyah.

Belum lagi dengan sekolah kejuruan lain yang berada di pinggiran kota Babat jumlahnya mencapai belasan sekolah.

Berbagai strategi di lakukan pengelola lembaga pendidikan agar tetap ‘laku’ atau mendapatkan siswa baru yang banyak. Seperti dilakukan SMK PGRI Babat, meski tahun ajaran baru masih sekitar 3 bulan lagi. Sekolah yang memiliki kejuruan Permesinan, Otomotif dan Komputer ini sudah melakukan kampanye dengan mendatangi Sekolah Menengah Pertama (SMP) Sederajat dibeberapa kecamatan.

“Sejak seminggu lalu kami melakukan presentasi ke sekolah SMP /MTS negeri dan swasta agar setelah lulus sekolah mau masuk ke SMK PGRI Babat,” kata Waka Kesiswaan, Abdullah Ismail, kepada Suarabanyuurip.com, Sabtu (25/2/2017) kemarin.

Baca Juga :   Ingin Kuliah Online di Unigoro, Berikut Ini Besaran Uang Kuliah Tunggal

Selain presentasi langsung ke SMP, SMK PGRI Babat biasanya juga akan memasang spanduk dan banner ditempat -tempat umum untuk menjaring siswa baru.

“Sekolah kejuruan di Babat benar-benar menjamur sehingga kami harus pandai-pandai mencari terobosan agar tetap eksis, ” tambah Ismail lagi.

Meski telah berjuang maksimal setiap tahunnya SMK PGRI Babat hanya mendapatkan siswa baru 125 siswa. Padahal berbagai fasilitas dan kemudahan diberikan. Seperti memberikan seragam sekolah gratis dan bebas uang gedung.

SMK Muhamadiyah Babat yang merupakan salah satu sekolah swasta terbesar di Kecamatan Babat juga tak mau kalah. Sejumlah pengelola juga mulai melakukan promosi dengan presentasi di SMP (sederajat) di Kecamatan Babat.

“Presentasi dilakukan untuk menjaring siswa baru. Tapi karena sekolah favorit tidak sulit menjaring murid,” ujar salah satu guru SMK Muhammadiyah yang enggan namanya ditulis. (tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *