SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Meskipun saldo Bank Sampah Delima di Desa Banyuurip, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, sudah mencapai ratusan juta. Namun tetap saja belum dilirik Pemerintah Daerah (Pemda) Tuban. Sejak tahun 2014 lalu kelompok wanita pengolah sampah tersebut, mengaku hanya mendapat pembinaan dari Pertamina Eksplorasi Produksi (EP) Asset 4 Field Cepu.
“Belum ada pembinaan atau perhatian dari Pemerintah Tuban,” ungkap kordinator Bank Sampah Delima, Supriyati, kepada suarabanyuurip.com, ketika ditemui di salah satu Loji peninggalan Jepang di desanya, Senin (27/2/2017).
Bu Pri sapaan akrabnya mengaku, sangat membutuhkan uluran tangan pemerintah setempat. Agar semakin menambah peningkatan kedepannya. Saat ini, kelompoknya baru memiliki satu mesin jahit yang kondisinya kurang baik. Itupun bukan hasil menjual sampah, namun hibah dari salah satu anggotanya.
Pasca melakukan study banding bersama Pertamina EP Asset 4 ke Jogja beberapa waktu lalu, dia berencana mengembangkan ilmu membuat pernak-pernik kerajinan olahan sampah bersama anggotanya. Serupa membuat tas berbagai ukuran, maupun dompet.
“Selain belum memiliki modal cukup kami juga masih kesulitan membeli plastik pelapis kerajinan di Tuban,” imbuh perempuan penggagas Bank Sampah di Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) Lapangan Kawengan ini.
Lebih dari itu, kebutuhan vital komunitasnya saat ini adalah memiliki mesin jahit. Alat ini untuk menyelesaikan kerajinan sampah anggotanya, yang baru mencapai 70 persen.
“Minimal lima mesin jahit supaya 185 anggota Bank Sampah dapat bergantian,” jelasnya.
Beberapa waktu, dalam Musrembang Kecamatan dia telah mengajukan bantuan kepada Pemda Tuban. Untuk proposalnya sudah dikirimkan melalui perantara pegawai kecamatan Senori.
Terpisah, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (LH) Tuban, Bambang Irawan, belum membalas konfirmasi suarabanyuurip.com terkait hal tersebut melalui pesan singkat yang dikirmkan sejak pukul 11.10 WIB.
Perlu diketahui, saat ini Saldo Bank Sampah Delima telah mencapai Rp Rp 128.566.200. Selain berdaya untuk anggota, Bank Sampah ini juga sudah bisa menyalurkan bantuan ke yatim piatu, dhuafa, dan fakir miskin. Tahun ini rencananya membantu Sembako ke 33 orang di Desa Banyuurip yang membutuhkan. (Aim)