Bentuk Tim Pemeliharaan Patra Daya

patradaya katur

SuaraBanyuurip.comd suko nugroho

Bojonegoro – Pembangunan jalan paving program aksi kemitraan untuk pemberdayaan masyarakat (Patra Daya) yang dilaksanakan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama Lembaga Swadaya Masyarakat Banyuurip Peduli Pendidikan (Bappeka)  di Dusun Wonopuro, Desa Katur, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, telah selesai dan resmi diserahterimakan kepada pemerintah desa setempat.

Untuk menjaga agar bantuan yang diberikan tetap terawat dan terpelihara, pemerintah desa setempat telah membentuk tim pemeliharaan dari warga setempat. Tim yang dibentuk usai laporan pertanggungjawaban pelaksanaan program oleh tim pelaksana (Timlak) program pada, Rabu (1/3/2017) kemarin, itu nantinya akan mendapat pelatihan dari Bappeka.  

Kepala Desa Katur, Sukono mengucapkan terimakasih kepada EMCL dan Timlak yang sudah menyelesaikan pembangunan jalan paving di wilayahnya. Karena jika hanya mengandalkan dana dari pemerintah desa, percepatan pembangunan kurang berjalan maksimal.

“Pemeliharaan dan perawatan jalan menjadi tanggungjawab bersama. Karena itu kita bentuk tim pemeliharaan untuk memelihara bantuan ini yang anggarannya nanti bisa diambilkan dari sumber pendapatan desa,” kata Sukono

Baca Juga :   Desa Kalen Jadi Tempat Strategis Pengembang Biakan Sapi

Ketua Timlak, Sunjani menjelaskan, swadaya pembangunan jalan paving di Dusun Wonopuro ini cukup tinggi. Dari target sepanjang 633X2,5 meter, dapat terealiasi menjadi 670 x 2,5 meter.

“Ada pengembangan 45 meter x2,5 dari swadaya,” ucapnya.

Perwakilan EMCL, Feni Kurnia Indiharti, mengapreasi cukup tingginya partisipasi kaum perempuan dalam pembangunan jalan paving tersebut.  Diharapkan, bantuan ini dapat dipelihara dan dirawat dengan baik sehingga dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan bagi warga.

“Bantuan ini sebagai support perusahaan untuk mendukung kelancaran ekonomi warga,” tegas wanita asal Kota Pahlawan yang saat ini berdomisili di Bojonegoro itu. 

Pendamping Program dari Bappeka, Salis Hamdani, menambahkan, dengan terbentuknya tim pemeliharan ini akan lebih memudahkan untuk melakukan perawatan terhadap bantuan yang diberikan. Sehingga ketika bangunan mengalami kerusakan ringan bisa dapat segera dilakukan perbaikan.  

“Karena merawat itu lebih sulit dari membuat. Karena itu perlu ada tim yang khusus menangangi perawatan dan pemeliharaan,” pungkasnya.(suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *