SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Operator migas Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ) membantah telah mengeluarkan dana program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) di Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, ring 1 Lapangan Sukowati, karena ada kesulitan biaya dari Jakarta.
“Sekarang masih dalam proses pengajuan, makanya saya bingung muncul angka Rp800 juta itu darimana,” ujar Field Administration Superintendant JOB P-PEJ, Akbar Pradima kepada suarabanyuurip.com, Jumat (3/3/2017).
Sementara terkait PT Grahatma, lanjut Akbar, mereka hanya membantu JOB P-PEJ dalam rangka mempercepat realisasi CSR.
“Karena dari Januari sampai Juli itu realisasi CSR hanya empat persen,” imbuhnya.
Dengan adanya realisasi 4 persen, JOB P-PEJ sudah mendapat teguran dari SKK Migas. Akhrinya, memutuskan untuk mempercepat kegiatan CSR agar tidak ada laporan negatif.
“Untuk percepatan itu, kita menggandeng PT Grahatma,” ucapnya.
Namun di tengah jalan PT Grahatma tidak melanjutkan pekerjaannya, sehingga diambil alih oleh bagian CSR JOB P-PEJ. Ternyata hingga tahun 2016 lalu juga tidak jalan.
“Karena ini belum cair-cair ke Jakarta, sedang dalam proses pembayarannya. Tapi sebelum itu dilakukan kita mau verifikasi dulu,” pungkasnya.
Sebelumnya, Kepala Desa Campurejo, Edi Sampurno mengaku didatangi tiga orang perwakilan dari JOBP-PEJ. Mereka adalah Sunu, Tarmidzi, dan Nunung.
“Mereka mengkroschek terhadap kegiatan CSR 2016 di sini yang tertagih sebesar Rp800 juta. Saya kaget, padahal program yang diberikan hanya senilai Rp600 juta,” ucap Edi.(rien)