SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Pemerintah Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengancam akan melakukan pemblokiran jalan di depan tapak sumur (PAD) B Lapangan Sukowati, Blok Tuban, jika sisa pembayaran program tanggungjawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) 2016 tidak segara dibayar Joint Operating Body Pertamina – Petrochina East Java (JOBP-PEJ).
“Kita tunggu sampai tanggal 10 Maret ini. Kalau sisa pembayaran belum juga dibayar kita akan blokir,” tegas Kepala Desa Ngampel, Pujianto, Sabtu (4/4/2017).
Sementara itu, Ketua Tim CSR Desa Ngampel, Sutrisno, menyampaikan, dana untuk program CSR tahun 2016 totalnya sebesar Rp461.371.253,79. Dari jumlah tersebut, baru tiga puluh persennya saja yang cair.Â
“Sisanya belum dibayarkan JOB P-PEJ, ” sambung Sutrisno.
Mekanisme pelaksanaan CSR di Desa Ngampel selama ini menggunakan dana dari desa lebih dulu. Setelah itu desa baru melakukan penagihan kepada operator dengan sistem pembayaran sebanyak tiga kali termin. Namun pada tahun 2016, pembayaran baru dilakukan termin pertama 30 persen saja.
“Pelaksanaan program lainnya akhirnya dibayari dahulu oleh pemdes menggunakan kas desa, ini kita juga hutang ke suplier,” ungkap Sutrisno.
Apabila sampai batas waktu yang ditentukan, yakni 10 Maret 2017 belum juga diselesaikan, maka baik pemdes maupun tim CSR akan melakukan pematokan atau pemblokiran jalan di depan Pad B Lapangan Sukowati.
“Semoga saja cepat diselesaikan,” tukasnya.
Sementara itu, Field Administration Superintendan JOB PPEJ, Akbar Pradima, mengaku, masih memproses pencairan program CSR di Desa Ngampel.
“Kalau dari SKK Migas sudah ada persetujuan program. Tapi, JOB PPEJ Jakarta masih memprosesnya. Jadi belum ada pencairan,” pungkasnya.(rein)