PEPC Belum Berencana Gunakan The Residence

the residence

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Operator Jambaran-Tiung Biru (J-TB) Pertamina Eksplorasi dan Produksi (PEPC) menegaskan, belum memiliki rencana menggunakan The Residence yang berada di Desa Talok, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, untuk perkantoran.

“Intinya kita belum ketemu soal harga. Lagipula harus dikoordinasikan terlebih dahulu dengan SKK Migas,” ujar Public and Government Affair Manager PEPC, Abdul Malik, Selasa (7/3/2017).

Saat ini, pihaknya menggunakan sebuah rumah di Jalan Suharso, Kecamatan Bojonegoro, untuk perkantoran. Rumah mewah tersebut disewa melalui jasa perorangan. Selain dinilai murah, lokasinya juga strategis karena di dalam kota. 

“Kita menyewa itu menggunakan uang murni perusahaan, buklan cost recovery,” imbuhnya.

Malik mengaku, harga yang ditawarkan pengelola The Residence beberapa waktu lalu senilai USD100 per malam. Harga tersebut masih dinilai terlalu tinggi.

“Tapi semua masih terus dikoordinasikan sebagai upaya sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro,” pungkas pria ramah ini. 

Sebelumnya, The Residence ditempati sebagai perkantoran operator Lapangan Banyuurip, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL). Namun saat ini fasilitas yang dikelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro, PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) tersebut telah ditinggalkan EMCL sejak gedung perkantoran di dalam lokasi Banyuurip selesai dibangun.

Baca Juga :   IKPT Lanjutkan Pipanisasi di Sembung

“Kalau harga yang kita tawarkan kepada PEPC tidak bisa dipublikasikan,” sambung Direktur Operasional PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) Tonny Ade Irawan dikonfirmasi terpisah.

Sekarang ini BBS masih mengikuti proses tender untuk pengadaan jasa perkantoran dengan PEPC.  “Kalau kita patok harga tinggi ya sudah wajar karena ini bisnis,” pungkas Tonny.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *