SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Pasca mengunjungi Lapangan Sumur Tua Gegunung di Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan Selasa (7/3) kemarin, Komisi B DPRD Tuban, Jawa Timur segera menjadwalkan Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Perusahaan Daerah Aneka Tambang (PDAT).
Pertemuan tersebut secara garis besar membahas kerja sama pengelolaan sumur untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tuban. Sekaligus skema mengoptimalkan masyarakat  setempat.
“Rakornya kami lakukan pekan depan,†ujar Ketua Komisi B DPRD Tuban, Karjo, kepada suarabanyuurip.com, Rabu (8/3/2017).
Disinggung soal progres PDAT di Lapangan Gegunung. Karjo memahami, tidak mudah mengelola 10 sumur tua. Selain membutuhkan modal/biaya yang tidak sedikit, dalam pengoperasiannya harus ditunjang peralatan yang sesuai.
Dari 10 sumur yang dikelola PDAT, hanya satu sumur yang baru produksi. Untuk jumlah produksinya dia belum dapat menjelaskan detail. Hanya sebagai komisi yang membidangi Migas, bakal mengoptimalkan pengelolaan sumur yang sebelumnya dikelola tradisional oleh warga.
“Produksinya sumur Gegunung harus menambah PAD Tuban,†imbuh pria humanis tersebut.
Dikonfirmasi terpisah terkait progres produksi PDAT, Kabag Humas dan Protokol Setda Tuban, Agus Wijaya, belum membaca pesan singkat yang dikirimkan suarabanyuurip.com, sejak pukul 16:37 WIB.
Perlu diketahui, BUMD PDAT memperoleh hak kelola 10 sumur dari Kerja Sama Operasional (KSO) Tawun Gegunung Energy (TGE). Â Baru dapat mengelola sumur pada akhir 2016, setelah Polres Tuban menggelar operasi besar-besaran di lokasi perbukitan perbatasan Kecamatan Singgahan, Kerek, dan Bangilan. (Aim)