PWI Jatim Peduli Warga Terdampak Banjir

Pengobatan gratis PWI Jatim

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Meskipun banjir telah surut dan lingkungan kembali normal, namun Persatuan Wartawan Indonesia Jawa Timur (PWI Jatim) bekerja sama dengan Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih (YPAPK) tetap peduli terhadap kesehatan warga terdampak banjir luapan Bengawan Solo.

Event sosial berupa pemeriksaan dan pengobatan gratis  tersebut, menyasar tiga desa di Kecamatan Plumpang, Rengel, dan Widang.

“Untuk hari ini kami fokuskan pengobatan di Desa Kebomlati, Kecamatan Plumpang,” ujar Ketua PWI Jatim, Akhmad Munir, kepada suarabanyuurip.com, Rabu (8/3/2017).

Pemilihan kegiatan di Desa Kebomlati, karena warga disini selalu rutin terkena dampak langsung banjir. Otomatis pemeriksaan dan pengobatan dalam jangka panjang sangat penting.

Selain di Desa Kebomlati, perhatian PWI juga menyasar Desa Kanorejo, Kecamatan Rengel dan Desa Patihan, Kecamatan Widang. Dua desa tersebut juga menjadi langganan banjir setiap musimnya.

“Kami berharap masyarakat bisa memanfaatkan kegiatan sosial ini secara maksimal,” imbuhnya.

Lebih dari itu, kegiatan yang digelar kali ini juga merupakan bentuk kontribusi pers kepada masyarakat secara langsung. Khususnya dalam memperingati Hari Pers Nasional (HPN).

Baca Juga :   Karnaval TK Pukau Masyarakat Tuban

Melihat kepedulian PWI dan YPAPK, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Tuban, Budi Wiyana, mengapresiasi kegiatan sosial tersebut. Even serupa harus kerap dilakukan, mengingat banyak warga miskin yang terdampak banjir luapan Bengawan Solo.

Disamping itu pula, Budi berharap, wartawan dapat terus meningkatkan profesionalisme, dan kepeduliannya kepada masyarakat.

“Pemkab juga mengucapkan selamat HPN ke-71,” tambah Budi.

Ketua PWI Tuban, Pipit Wibawanto, menargetkan, kegiatan tersebut di masing-masing desa diikuti 600 warga terdampak banjir. YPAPK sudah mengerahkan lima dokter umum, dua dokter gigi, dan dua apoteker.

Perlu diketahui, kegiatan pemeriksaan dan pengobatan gratis kerja sama PWI Jatim dan YPAPK sudah berjalan lima tahun, yang sebelumnya juga digelar di daerah lain di Jatim. Biasanya juga ada kegiatan donor darah. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *