SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Dewan Perwakilan rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro, Jawa Timur, mengaku masih menemukan adanya pembelian gabah di bawah harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp3.700 per kilogram (Kg). Padahal baru Rabu (8/3/2017) kemarin, Menteri Pertanian, Andi Arman Sulaiman dating ke Bojonegoro untuk melihat serapan gabah dan menginstruksikan Bulog membeli harga gabah petani sesuai HPP.
“Kami masih temukan harga gabah di bawah HPP yakni skeitar Rp3.200 sampai Rp3.400 per kilogram,” ujar Sekretaris Komisi B DPRD Bojonegoro, Lasuri usai melakukan rapat koordinasi bersama Perum Bulog, Kodim 0813, dan Pemkab Bojonegoro, di ruang Paripurna, Kamis (9/3/2017). Â
Padahal, sesuai ketentuan HPP sebesar Rp3.700/Kg dengan kadar air 25 sampai 30 persen. Oleh sebab itu, pihaknya akan mengajak Bulog, Â Kodim 0813 dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait terjun langsung ke lapangan untuk melakukan serapan gabah (sergap) di tingkat petani.Â
“Kita akan langsung ke lapangan, nanti bersama Perum Bulog kita beli sesuai HPP,” tandasnya.
Seharusnya, menurut Lasuri, mekanisme pembelian gabah selama ini melalui petani atau kelompok tani langsung ke Bulog atau mitra Bulog. Tentu dengan harga sesuai HPP.Â
“Petani yang dapat harga rendah ini salah satunya di Sumberjo. Kita akan kesana,” pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, kedatangan Mentan ke Bojonegoro kemarin, merupakan rangkaian safarinya ke sembilan kabupaten di provins Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat, untuk melihat serapan gabah oleh Bulog yang tidak sesuai dengan HPP. (rien)