Bojonegoro Belum Bebas Pasung

totok dinkes

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Hingga saat ini, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, belum berhasil mensukseskan program bebas pasung bagi penderita sakit jiwa. Jumlah penderita sakit jiwa yang masih dipasung oleh keluarganya mencapai 21 orang.

“Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya yakni 15 orang,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit, Dinas Kesehatan Bojonegoro, Totok Ismanto, saat dihubungi suarabanyuurip.com, Senin (13/3/2017). 

Sebenaranya, pihak Dinkes sudah melakukan pendekatan kepada keluarga, tapi gagal. Karena mereka takut jika penderita merusak barang dan mengancam jiwa orang lain.

“Banyak faktor ya, diantaranya faktor keturunan dan skizofrenia atau gangguan mental, karena setres, dan pengaruh lingkungan,” imbuhnya.

Penderita sakit jiwa tersebut menyebar di 11 kecamatan. Di antaranya Kecamatan Dander, Sumberjo, Kanor, Gondang, Kalitidu, Bojonegoro, Baureno, Kepohbaru, Kedungadem, dan Padangan.

“Dari jumlah itu kami hanya berhasil membebaskan dua orang saja. Sekarang dalam perawatan di Puskesmas khusus orang gila di Kalitidu,” lanjutnya. 

Untuk pengawasannya, saat ini setiap puskesmas ada satu petugas yang sudah dilatih dan diberi pengetahuan tentang perawatan jiwa. Sehingga arah pendekatannya ke keluarga, secara psikologis. 

Baca Juga :   Dinkes Siapkan 81 Ribu Vaksin Imunisasi

“Petugas kesehatan jiwa di semua puskesmas ada. Dari latar belakang pendidikan perawat. Mereka harus mendatangi pasien secara rutin dan melakukan perawatan,”  pungkasnya.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *