SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Seluas hampir 65 hektar (Ha) tanaman Sengon jenis Solomon telah tumbuh rindang di wilayah Desa Bobol, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. wilayah ini merupakan pilot projcet Sengon di kawasan hutan di wilayah Pemangkuan Hutan(KPH) Saradan.
Menurut Waka ADM Perhutani Madiun, Mada Yuwono menjelaskan, pilot project Sengon ini berasal dari usulan masyarakat hutan yang ditindaklanjuti oleh Perhutani guna menciptakan gairah pemberdayaan ekonomi bagi warga kawasan hutan karena di beberapa wilayah ini menjanjikan.
“Kita terus berharap kepada semua elemen agar dapat tercipta regulasi yang saling menguntungkan antara Perhutani dan masyarakat. Karena kita punya kewajiban sosial dan tentu komersial sebagai BUMN,” kata Yuwono.
Pilot project Sengon yang melibatkan masyarakat sekitar hutan ini mendapat apresiasi, anggota DPR RI, Kuswiyanto. Politisi senanyan dari daerah pemilihan (Dapil) IX (Bojonegoro-Tuban) itu mendatangi lokasi tersebut bersama Komisi B DPRD Bojonegoro.
“Negeri ini harus dibangun terintegrasi, sehingga semua harus bersama-sama mensejahterakan masyarakat,” sambung Kuswiyanto.
Menurut dia, pengembangan Sengon ini sebagai usaha bersama untuk kemaslahatan, bisa untuk mengurangi bencana tahunan yang terjadi, juga memberdayakan masyarakat hutan karena pasar Sengon yang jelas.
“Bahkan jika berhasil ini juga akan menciptakan kejayaan baru bagi Bojonegoro, sehingga saya sangat apresiatif,” jelas sahabat dekat Bupati Bojonegoro Kang Yoto ini.
Kerjasama pengembangan Sengon ini berawal dari mimpi masyarakat Desa Bobol yang ingin mewujudkan kondisi masyarakat yang lebih baik dengan potensi lahan perhutani yang luas untuk tanaman produktif.
“Masyarakat akhirnya memilih Sengon, dengan bagi hasil fifty-fifty,” pungkas Kepala Desa Bobol, Harinto.(rien)