SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Jumlah pendapatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro, Jawa Timur, PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS), yang masih terhutang sebasar Rp16 miliar. Hutang belasan miliar tersebut diantaranya belum dibayarkan PT Inter Media Energi (IME) dan Etika Dharma Bangun Sejahtera (EDBS), mitra yang digandeng BBS.
Dari jumlah pendapatan Rp16 miliar yang masih terhutang tersebut, Rp3,5 miliar belum dibayarkan PT IME. Pendapatan ini merupakan signature bonus pada rencana proyek pembangunan fasilitas gas flare Sukowati di Dusun Plosolang, Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro.
Kemudian Rp8 miliar masih ada di PT EDBS. Uang tersebut untuk pembangunan pagar di proyek EPC 1 Lapangan Banyuurip, Blok Cepu. Tapi dalam kerjasama itu BBS sudah memperoleh bagi hasil yang sekarang ini digunakan sebagai operasional. Â
“Sisanya belum diketahui dari mitra yang mana,” kata Wakil Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro usai menggelar rapat dengar pendapat dengan BBS.
Karena itu komisi dewan yang salah satunya membidangi masalah migas itu menyarankan kepada BBS untuk segera menagih seluruh hutang tersebut kepada mitranya. Karena pendapatan itu dapat digunakan sebagai modal untuk mengelola sumur tua yang akan dilakukan BBS yang diperkirakan mencapai Rp8 Miliar.
“Kenapa tidak ditagih saja. Biar tidak perlu bingung cari modal,” tegas Sigit.
Dewan berkeyakinan dengan dibayarnya hutang tersebut dapat menunjang kegiatan PT BBS yang sudah direncanakan. (rien)