SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Sejak tahun 2016 lalu beberapa Kepala Keluarga (KK) di Desa Ngadipuro, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, tidak lagi menggunakan LPG untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pasca Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) memberikan bantuan 60 ekor sapi, warga langsung memanfaatkan kotoran sapi menjadi Biogas.
“Hanya rumah terdekat kandang yang baru menikmati Biogas ini,” ujar Sekertaris Desa Ngadipuro, Kecamatan Widang, Bambang Sumantri, kepada suarabanyuurip.com, Rabu (15/3/2017).
Sebagai upaya pengembangan Biogas ini, Bambang berencana menjual semua sapi yang dirawatnya. Setelah itu, akan dibelikan sapi anakan sebagai bibit dilanjut proses penggemukan.
“Sudah empat bulan kami merawat sapi dari Pemerintah Pusat itu,” imbuhnya.
Ketika anak sapi sudah dibeli, dia memproyeksikan program penggemukan sapi untuk menambah pemasukan warga dan desa. Dimana dalam pengelolannya akan melibatkan kelompok ternak dari desa tersebut.
Lebih dari itu, usaha penggemukan sapi juga akan dijadikan unit usaha Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Ngadipuro. Penggemukan ini akan menjadi salah satu unit usaha BUMDesa Sejahtera yang telah berdiri pada tahun 2010 lalu.
Dijelaskan pula, BUMDesa Sejahtera milik Desa Ngadipuro sebelumnya telah memiliki usaha pompanisasi dan Unit Pengelola Keuangan dan Usaha (UPKU). Sedangkan penggemukan sapi ini pada tahun ini, rencananya menjadi unit usaha BUMDesa Sejahtera. (Aim)