Segera Bahas Adendum AMDAL Blok Cepu

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Bagian Sumber Daya  Alam (SDA) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur menyampaikan, segera membahas adendum Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, di Jakarta, Senin (20/3/2017) depan dengan semua instansi yang berkepentingan.

“Kita dapat undangan untuk membahas adendum Amdal Blok Cepu,” kata Kepala Sub Bagian Sumber Daya Mineral (Kasubag SDM) dan Lingkungan bagian Sumber Daya Alam (SDA) Pemkab Bojonegoro, Dadang Aris, kepada suarabanyuurip.com, Jumat (17/3/2017).

Didalam undangan tersebut, secara garis besar akan membahas terkait perubahan produksi di Lapangan Banyuurip oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dari 185 ribu barel per hari (bph) menjadi 200 ribu bph.

“Harapan kami, dengan kenaikan produksi di Blok Cepu, operator benar-benar memperhatikan dampak sosial yang terjadi di masyarakat sekitar,” imbuhnya.

Menurutnya, dengan adanya kenaikan produksi sedikit banyak pasti mempengaruhi besar-kecilnya gas suar bakar atau flaring. Karena, dengan adanya kenaikan flaring pasti akan ada perubahan pula pada lingkungan.

Sementara itu, Sekretaris Komisi A, Doni Bayu Setiawan, mengatakan, dengan adanya peningkatan produksi di Blok Cepu sebesar 200 bph, maka keuntungan Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) juga meningkat.

Baca Juga :   PGN Dikabarkan Bidik KIT

“Sehingga, EMCL sebagai KKKS harus dapat meminimalisir sekecil mungkin protes masyarakat,” imbuhnya.

Pihaknya meminta kepada EMCL agar melakukan komunikasi dengan masyarakat sekitar atau ring 1 sehingga tidak timbul berbagai alasan saat terjadi gejolak.

Politisi asal PDI-P ini menyatakan, sebenarnya masalah kompensasi beras yang masih menjadi tuntutan warga di Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, dianggapnya hanyalah sebagai pelipur lara atau tali asih ketika terjadi persoalan seperti bau yang menyengat dan sebagainya dari kegiatan di Blok Cepu.

“Karena, sebenarnya itu sudah jadi kewajiban EMCL. Dan kami minta supaya memberikan kompensasi berupa beras diambil dari petani setempat dengan harga yang sesuai,” pungkasnya.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *