SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Kerja Sama Operasional (KSO) Tawun Gegunung Energy (TGE) siap bertanggungjawab terhadap dua pekerjanya yang mengalami kecelakaan kerja di Lapangan Migas Gegunung, Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, Tuban, Jawa Timur, Jumat (17/3) kemarin. Semua biaya pengobatan di RSNU Tuban, telah ditangani oleh kontraktor yang mengerjakan di Sumur 36.
“Keluarga korban tidak perlu khawatir atas biaya pengobatan, karena biaya kecelakaan kerja menjadi tanggungan kontraktor,” ujar Field Manager TGE, Ervino, melalui pesan singkat yang diterima suarabanyuurip.com, Sabtu (18/3/2017).
Pria ramah ini prihatin, dan berharap kecelakaan kerja yang dialami pekerjanya pekan ini yang terakhir. Untuk kedepannya semua pekerja lapangan akan diminta lebih memperhatikan keselamatannya, supaya kegiatan eksploitasi berjalan sesuai harapan.
Dijelaskan pula, dua korban yang terbakar 15 persen di bagian wajah dan tangan Darso (25) warga Desa Mukyoagung, Singgahan, dan Yus (25) asal Kabupaten Cianjur merupakan tenaga kerja di salah satu kontraktor TGE. Pasca terluka, keduanya langsung ditangani oleh pihak RSNU.
“Kedua korban sudah di tangani oleh pihak rumah sakit,” imbuh Vino sapaan akarabnya.
Untuk kronologi insiden kecelakaan kerja di Lapangan Gegunung tepatnya di Sumur 36, masih dalam proses investigasi pihak HSSE TGE.
Dikonfirmasi nama kontraktor/pihak yang mengerjakan di Lapangan, Vino masih enggan membeber informasi tersebut.
Diberitakan sebelumnya, ada perbedaan waktu terjadinya kecelakaan kerja ini. Dimana pihak Polsek Singgahan mengatakan terbakarnya mesin diesel sekitar pukul 11:45 WIB. Sedangkan keterangan dari petugas Puskesmas Montong, dua pekerja tiba di puskesmas sekitar pukul 11.30 WIB.
Sampai berita ini ditulis, belum ada penjelasan detail dari pihak RSNU Tuban terkait perkembangan kondisi kedua korban. (Aim)