SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu Alas Dara Kemuning (PEPC ADK) tidak jera untuk melanjutkan operasinya di Lapangan Alas Dara Kemuning, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Meski tiga kali melakukan operasi Re-entry (Pendalaman) Sumur eks-Humpus tersebut belum membuahkan hasil yang signifikan.
PEPC ADK juga tidak terpengaruh dengan kegagalan operator lain. Seperti Pertamina Hulu Energi (PHE) Randugunting yang gagal melakukan empat kali pemboran lapangan Migas di Kabupaten Blora.
“Kondisi lapangan bawah antara kami berbeda,” kata Operation Manager Dwi Priyo Wibowo, belum lama ini saat berada di Desa Nglobo, Kecamatan Jiken.Â
Namun, dirinya tidak menjelaskan apakah teknis yang digunakan dalam pemboran tersebut berbeda dengan PHE Randugunting. Dirinya hanya melempar senyuman saat disinggung terkait teknis yang akan digunakan.Â
Lebih lanjut, Priyo menjelaskan, bahwa pemboran tersebut akan dilakukan hingga kedalaman 2000 meter dengan durasi waktu selama 66 hari terhitung mulai tajak pertama.
“Antara minggu ke tiga dan minggu ke-empat bulan April,” kata Priyo saat ditanya kapan tajak pertama dilakukan.Â
Pihaknya berharap, pemboran yang akan dilakukan itu bisa berhasil. Priyo belum bisa memastikan apakah nantinya pemboran itu bakal mendapatkan minyak atau gas.
“Kami hanya berusaha semaksimal mungkin dengan mengerahkan segala kemampuan dan teknik yang ada. Hasilnya, Tuhan yang menentukan,” terangnya.Â
PEPC ADK direncanakan bakal melakukan pengeboran di sumur NGU-1X pada struktur Kemuning lapangan Nglobo, Kecamatan Jiken pada semester pertama tahun 2017 ini. Pemboran itu bergeser dari rencana awal yang direncanakan dilakukan pada sumur KMD-01 di lapangan Kemuning. (ams)