SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mengaku, hingga saat ini belum ada Surat Keputusan (SK) bupati untuk forum Corporate Social Responsibility (CSR) di Kabupaten Bojonegoro.
Kepala Bidang Ekonomi Bapeda, Eryan Dewi Fatmawati, menyampaikan, rencananya forum CSR ini bertujuan untuk sinkronisasi program pemerintah dengan perusahaan baik migas maupun non migas.
Meski demikian, setiap tahun pihaknya sudah mendapat data atau laporan terkait program CSR termasuk dari semua Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) yang beroperasi di Bojonegoro.
“Hanya saja, tahun 2016 ini, kami belum mendapatkan datanya,” ujarnya saat ditemui Suarabanyuurip.com di kantornya beberapa waktu lalu.
Disinggung sering terjadinya gejolak masyarakat terkait program CSR, salah satunya di Lapangan Sukowati, Blok Tuban. Pihaknya mengaku tidak tahu dan belum pernah ada laporan.
“Jadi begini, tugas kami hanya menyinkronkan saja program perusahaan dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro,” pungkasnya.
Seperti diketahui, tahun 2015 lalu, Pemkab Bojonegoro telah membentuk forum CSR yang terdiri dari Dinas Pendidikan, Dinas Peternakan dan Perkebunan, Dinas Pertanian, Akademisi, NGO, tokoh masyarakat, semua perusahaan yang ada di Bojonegoro baik yang sudah memberikan CSR maupun yang belum serta Perusahaan di luar Bojonegoro yang sudah memberikan CSR.(rien)