Pembahasan Amdal Blok Cepu Ditunda

Fasilitas produksi Banyuurip

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mengaku, rencana pembahasan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) terkait perubahan produksi Lapangan Banyuurip, Blok Cepu dari 185 ribu barel per hari (bph) menjadi 200 ribu bph ditunda sampai waktu yang ditentukan. Karena masih ada beberapa materi yang direvisi dari para pakar.

“Seharusnya besok kita ke Jakarta untuk membahas itu, tapi ditunda,” ujar Kepala DLH Bojonegoro, Nurul Azizah, saat dihubungi Suarabanyuurip.com, Selasa (21/3/2017).

Dari informasi yang diterima, ditundanya acara tersebut dikarenakan materi yang dibuat masih ada beberapa revisi dari para pakar.

“Kalau kita sudah siap ya memaparkan materi, yakni terkait dampak sosial,” imbuhnya.

Rapat yang membahas terkait perubahan produksi di Lapangan Banyuurip oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dari 185 ribu barel per hari (bph) menjadi 200 ribu bph rencananya akan diikuti oleh Kementerian Lingkungan Hidup, SKK Migas, EMCL, DLH, Bagian Sumber Daya Alam, Pemerintah Desa ring 1, dan NGO.(rien)

Baca Juga :   Kades Minta Tukar Guling TKD Menguntungkan

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *