SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora, Jawa Tengah, menanda tangani kerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta tentang pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pengembangan pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Hal itu dilakukan untuk mempercepat pembangunan di Kabupaten Blora, pada Jum’at (17/3/2017) lalu.
Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Bupati Djoko Nugroho dengan Rektor UGM Yogyakarta yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Alumni  Paripurna, disaksikan jajaran OPD Kabupaten Blora serta pimpinan rektorat, dekan terkait dari UGM.
Bupati Blora, Djoko Nugroho menyambut baik adanya penandatanganan kesepakatan bersama tentang tri dharma perguruan tinggi tersebut. Dia ingin kerja sama itu dapat difokuskan di bidang pertanian dan peternakan. Mengingat Blora merupakan salah satu daerah penghasil jagung terbesar di Jawa Tengah dan penghasil sapi peranakan ongole terbesar di Indonesia.
“Alhamdulillah kami bisa menjalin kerjasama dengan UGM. Ini langkah yang bagus untuk memajukan pembangunan di Kabupaten Blora. Khususnya di bidang peternakan dan pertanian, serta berkembang di bidang lainnya. Sengaja kami bawa seluruh kepala dinas terkait agar mereka bisa menindaklanjuti kerjasama ini,” kata Bupati Djoko Nugroho dalam rilis yang diterima Suarabanyuurip.com, Senin (20/3/2017).
Dirinya juga meminta kerja sama Mahasiswa UGM untuk melaksanakan KKN di Blora. Guna membantu percepatan pembangunan di desa-desa hutan.
Sementara, Wakil Rektor UGM, Paripurna, dalam sambutannya mengatakan, bahwa UGM terbuka untuk bekerja sama dengan daerah mana saja, termasuk Blora. Paripurna menyebutkan, sektor peternakan serta pertanian cukup terbuka untuk dikembangkan oleh Blora bersama UGM.
“UGM terbuka dan setiap saat siap bekerja sama dengan Blora, terutama pengembangan sektor peternakan dan pertanian. Apalagi beberapa kali UGM pernah mengunjungi Blora untuk melakukan penelitian dan pengembangan pertanian di kawasan hutan,†papar Paripurna.
Senada dengan itu, Dekan Fakultas Peternakan UGM, Ali Agus, asli Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, menambahkan, bahwa pengembangan integrated farming sangat cocok dilakukan di Blora. Ia optimis sinergi kedua belah dengan melibatkan para dosen dan peneliti UGM akan semakin mengoptimalkan pengembangan sektor peternakan dan pertanian di Blora.
“Kita juga ada program Bengkel Ternak untuk perbaikan dan pengembangan potensi peternakan. Saya yakin sinergi yang bagus bisa terjalin,” imbuh Ali.(ams)