SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Sering turunnya hujan membuat PT Sinar Cendana (SC), kontraktor pelaksana proyek Pipanisasi Gas Gresik, Jawa Timur ke Semarang, Jawa Tengah (Gresem) terancam molor atau mengalami keterlambatan penyelesaian pekerjaan dari jadwal yang telah ditentukan. Terbukti pekerjaan yang dimulai sejak awal bulan Februari baru menuai hasil tidak lebih dari tiga persen (3 %).Â
Menurut Humas PT SC, Suparmo, dari volume pekerjaan yang mencapai 15.000 meter, hingga hampir dua bulan masa kerja, penyelesaian belum menunjukkan hasil memuaskan. Pekerjaan dimulai pada tanggal 1 Februari 2017 hingga masa kerja 120 hari kedepan atau sekira empat bulan.Â
“Mulai dari Desa Kapuan, Kecamatan Cepu  hingga Kecamatan Randublatung, kami baru menyelesaikan kurang lebih 2,7 %,” katanya, kepada suarabanyuurip.com beberapa waktu lalu.
Kurang maksimalnya hasil pekerjaan, kata dia, faktor cuaca yang cukup ekstrim turut menyumbang terlambatnya pekerjaan. Karena jika saat hujan turun dan dipaksakan bekerja maka dapat menyebabkan kerawanan galian, dan berbahaya bagi pekerja.
“Setiap turun hujan pekerjaan berhenti. Sebenarnya ini tidak ingin terjadi, maunya pekerjaan selesai sesuai target. Tapi mau bagaimana faktor alam harus kita terima saja,†ucapnya.
Selain faktor cuaca, kata dia, juga menunggu hasil kajian getaran yang ada. Sebab proyek pipanisasi berada didekat jalur rel kereta api. “Karena jika ada getaran beberapa skala richter, bisa memengaruhi pekerjaan kita,” ujar Parmo.
“Pihak kami masih menunggu koordinasi lebih lanjut,†pungkasnya. (ams)