58 Pekerja GCI Tolak PHK

Pertemuan pekerja GCI deadlock

SuaraBanyuurip.com - Ali  Imron

Tuban – Sebanyak 58 pekerja Kerja Sama Operasional (KSO) Pertamina Geo Cepu Indonesia (GCI) sekitar pukul 16:00 WIB melakukan aksi unjuk rasa menolak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di depan kantor distrik Ledok. Dalam pertemuan tersebut manajemen tidak dapat memberi keputusan. Akhirnya puluhan pekerja meluruk kantor GCI distrik Kawengan SP 4, di Desa Banyuurip, Kecamatan Senori, Tuban, Jawa Timur.

“Aksi demo dipicu keputusan manajemen GCI yang memberhentikan pekerjanya,” ujar salah seorang pekerja asal Desa Banyuurip, Jasmani, ketika dikonfirmasi suarabanyuurip.com, melalui sambungan teleponnya, Jumat (24/3/2017).

Informasi yang diterimanya, pemecetan tersebut karena masa kontrak buruh telah habis. Padahal sesuai perjanjian awal, GCI tidak dapat memberhentikan karyawan rekrutan Pertamina. Sebaliknya apabila menambah karyawan justru dipersilahkan.

Dari 58 pekerja yang terkena PHK yakni sopir angkring yang melayani mekanik, sama bagian penjaga pompa. Dalam aturan awal, GCI dapat memberhentikan karyawannya apabila sudah masuk usia 56 tahun.

“Padahal dari 58 pekerja itu masih banyak yang belum mencapai usia 56 tahun,” imbuh pria yang juga aktif di Bank Sampah Delima di Desa Banyuurip, binaan Pertamina EP Asset 4.

Baca Juga :   Kemenkopolhukam Minta Data Sosial Sekitar Kilang Tuban

Aksi yang dijaga ketat oleh aparat polisi ini, berjalan cukup tegang. Pasca permohonan buruh tidak dikabulkan, semua karyawan GCI langsung disweeping diminta untuk pulang. Saat demo, buruh juga sempat mematikan power mesin produksi minyak.

Kabar terakhir, malam ini tombol power dan lampu sudah on. Apakah besok masih unjuk rasaj atau tidak, Jasmani belum dapat menjelaskannya secara detail.

Dikonfirmasi terkait hal ini, Humas GCI, Yenni Hartatik, ketika ditelepon suarabanyuurip.com pada pukul 21.52 WIB tidak ada respon. Hanya terdengar nada sambung aktif. Begitupun pesan singkat yang dikirimkan sekitar pukul 21:54 WIB, belum ada jawaban. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *