SuaraBanyuurip.com – Edi Supraeko
Bojonegoro – Jalan utama menuju Unitisasi Lapangan Gas Jambaran – Tiung Biru (J-TB) tepatnya di dekat Pasar Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dipasangi dua kotak sampah sebagai bentuk peringatan akibat polusi debu yang ditimbulkan dari lalu-lalang kendaraan proyek, Sabtu (25/3/2017).
Dua tempat sampah dari anyaman bambu itu sengaja ditaruh warga di tengah jalan. Meski demikian arus lalu lintas masih terlihat lancar. Baik kendaraan warga maupun truk pengangkut material proyek JTB.Â
“Ini sengaja untuk memberi peringatan karena sudah menimbulkan polusi,” kata salah seorang warga yang tidak mau disebut identitasnya.
Akibat polusi ini membuat kondisi udara tidak nyaman. Selain itu juga mengganggu kesehatan.
“Semoga pihak terkait segera melakukan penyiraman,” ucapnya.
Bukan hanya warga, pemilik warung sepanjang jalan di wilayah Gayam juga tergangu dengan polusi debu akibat hilir mudik kendaraan proyek JTB.
“Sampean bisa lihat sendiri. Meja dan kursi baru saja saya bersihkan sebentar saja sudah banyak debunya lagi,” sambung Pak Endang, pemilik warung di samping Balai Desa Gayam.
Selain itu polusi debu, mereka juga mengluhkan semakin rusaknya jalan di wilayah setempat. Hampir merata badan jalan berlubang.(edi)