SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Tak kurang dari 20 aktivis yang tergabung dalam Solidaritas Masyarakat Tuban Peduli Kendeng (SMTPK) Tuban, Jawa Timur, malam ini menggelar aksi doa bersama untuk mendukung petani Kendeng, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Aksi solidaritas yang berpusat di Taman Makam Pahlawan (TMP) ini, diwarnai dengan menyalakan puluhan lilin untuk mengenang jasa pejuang Yu Patmi.
“Kami menggelar doa untuk Yu Patmi yang meninggal saat melakukan aksi cor kaki di Istana karena menolak semen di Rembang,” ujar koordinator aksi Tolaba, kepada suarabanyuurip.com, ketika ditemui di TMP Jalan Pahlawan Tuban, Sabtu (25/3/2017).
Dalam aksi damai tersebut, Tolaba menirukan orasi yang dilontarkan almarhumah Yu Patmi sampai akhir hayatnya “Kami datang. Kami datang dari seluruh penjuru setiap penghalang revolusi kami terjang, kami terjang”.
Pesan penting yang tersirat dalam perjuangan Yu Patmi bahwa, petani memiliki hak yang sama dalam menyuarakan kegelisahannya. Kegigihannya perlu ditiru memperjuangkan Tolak Semen di pegunungan Kendeng demi terwujudnya Kendeng Lestari, sekalipun nyawa taruhannya.
Dia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membuka hati. Sekalipun akan bergulir program Corporate Social Responsibility (CSR), tapi berdirinya pabrik semen justru akan membuat petani menderita.
“Mari kita semua satukan kembali kekuatan rakyat sebagai pendobrak, penghancur tirani dan merobohkan kekuasaan yang menghianati rakyat. Kelak sejarah akan menulis. MERDEKA,” ujar aktivis lingkungan Tuban ini.
Secara historis, pegunungan Kendeng Utara adalah Sejarah Asal Mula Orang Jawa. Menurutnya serupa diceritakan dalam buku “Sejarah Kawitane Wong Jawa lan Wong Kanung†yang tertulis dalam bahasa Jawa. Inilah sejarah nenek moyang kita.
“Diamkah kita bila sejarah ini akan dihilangkan?,” terangnya.
Pegunungan Kendeng adalah Kawasan Karst. Terbentuknya pada masa Meosen Tengah-Meosen Atas atau kurang lebih 25 juta tahun yang lalu. Berdasarkan skala waktu geologi tersebut merupakan lipatan perbukitan yang sangat kaya akan keanekaragaman hayati.
Fenomena karst di pegunungan Kendeng Utara ini tercermin melalui banyaknya bukit-bukit kapur kerucut. Munculnya mata air pada rekahan batuan, mengalirnya sungai-sungai bawah tanah dengan lorong goa sebagai koridornya.
Lebih dari itu, Tolaba juga meminta agar pendirian pabrik semen di Tuban juga ditinjau kembali. Selain pabrik Semen Gresik yang beroperasi di Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek, dan pabrik Semen Holcim di Desa Merkawang, Kecamatan Tambakboyo, akan ada dua pabrik semen yang akan berdiri di Tuban.
“Yakni pabrik semen Unimen di Kecamatan Tambakboyo dan Semen Abadi di Kecamatan Merakurak,” jelasnya.
Dua semen baru tersebut statusnya sedang mengajukan izin. Oleh karena itu, Pemkab Tuban harus meninjau kembali atas diajukannya dua izin baru tersebut. (Aim)